Gubernur NTB Dorong Inkubasi UMKM Maksimal Tiga Tahun Demi Kemandirian Usaha
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan program inkubasi UMKM harus dibatasi maksimal tiga tahun untuk mendorong kemandirian dan peningkatan kelas usaha, menyoroti pentingnya efektivitas program.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya efektivitas program inkubasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Ia menginginkan agar program inkubasi UMKM dibatasi maksimal tiga tahun. Pembatasan ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat segera mandiri dan naik kelas menjadi produk premium.
Pernyataan tersebut disampaikan Iqbal saat menghadiri acara Karya Kreatif NTB 2026 yang berlangsung di Epicentrum Mall, Mataram, pada hari Jumat. Menurutnya, idealnya tahun pertama inkubasi fokus pada startup, tahun kedua untuk pengembangan diversifikasi produk, dan tahun ketiga untuk komersialisasi penuh. Pendekatan terukur ini diharapkan mempercepat kemandirian UMKM.
Iqbal menyoroti bahwa pola pembinaan yang terlalu lama tanpa menghasilkan kemandirian justru menandakan inefektivitas program inkubasi. Ia juga mengungkapkan temuan adanya UMKM yang berulang kali mengikuti pameran tanpa menunjukkan perkembangan signifikan. Oleh karena itu, ia mendorong lembaga pembina untuk memperkuat pola inkubasi yang lebih terukur.
Pentingnya Batasan Waktu Inkubasi UMKM
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa setiap program pemberdayaan harus berujung pada kemandirian pelaku usaha. Jika sebuah program inkubasi tidak pernah menghasilkan kemandirian, maka program tersebut dianggap gagal. Batasan waktu tiga tahun dianggap cukup untuk mencapai tujuan tersebut.
Konsep tiga tahun inkubasi ini dirancang secara bertahap untuk memaksimalkan potensi UMKM. Pada tahun pertama, fokus utama adalah membantu UMKM yang baru memulai (startup) untuk membangun fondasi bisnis yang kuat. Ini termasuk aspek legalitas, manajemen dasar, dan identifikasi pasar awal.
Memasuki tahun kedua, program inkubasi akan diarahkan pada pengembangan dan diversifikasi produk. Tujuannya adalah agar UMKM tidak hanya bergantung pada satu jenis produk, melainkan mampu menciptakan variasi yang menarik. Diversifikasi ini penting untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Pada tahun ketiga, UMKM diharapkan sudah siap untuk melakukan komersialisasi penuh produk mereka. Tahap ini mencakup strategi pemasaran yang lebih agresif, peningkatan kapasitas produksi, dan penetrasi pasar yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM dapat beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada pendampingan berkelanjutan.
Peran Lembaga Pembina dan Potensi UMKM Lokal
Iqbal secara khusus meminta lembaga pembina, seperti Bank Indonesia dan Bank NTB Syariah, untuk memperkuat pola inkubasi yang terukur. Tujuannya adalah agar setiap tahun dapat lahir UMKM baru yang berkualitas dan mandiri. Sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan sangat krusial dalam mencapai target ini.
Nusa Tenggara Barat dikenal memiliki banyak potensi UMKM tersembunyi atau "hidden gems" yang tersebar luas. Potensi ini membentang dari Kecamatan Ampenan di Kota Mataram hingga Kecamatan Sape di Kabupaten Bima. Keberagaman geografis ini menunjukkan kekayaan produk lokal yang bisa dikembangkan.
Diharapkan UMKM yang telah berhasil melewati masa inkubasi mampu secara mandiri menentukan segmen pasar mereka. Kemampuan ini akan memungkinkan mereka untuk berkembang menjadi produk premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan begitu, ketergantungan terhadap program pendampingan pemerintah maupun perbankan dapat berkurang secara signifikan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario Kartiko Pamungkas, juga mengakui besarnya potensi industri kreatif dari pelaku UMKM di NTB. Ia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan kesempatan bagi UMKM, khususnya di bidang wastra dan kriya, serta ekonomi kreatif lainnya, untuk meningkatkan akses pasar dan pembiayaan.
Karya Kreatif NTB dan Daya Saing Global
Ajang Karya Kreatif NTB merupakan inisiatif tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB. Acara ini berfungsi sebagai platform penting untuk mempromosikan produk unggulan UMKM lokal. Melalui ajang ini, berbagai produk seperti wastra, kuliner, dan ragam ekonomi kreatif dari suku Sasak, Samawa, dan Mbojo diperkenalkan kepada khalayak luas.
Tujuan utama dari Karya Kreatif NTB adalah untuk meningkatkan daya saing produk UMKM lokal di pasar global. Dengan adanya promosi yang intensif dan akses pasar yang lebih luas, diharapkan produk-produk khas NTB dapat bersaing di kancah internasional. Ini juga sejalan dengan visi Gubernur untuk menjadikan UMKM NTB sebagai produk premium.
Partisipasi UMKM dalam ajang seperti Karya Kreatif NTB memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan eksposur. Selain itu, mereka juga bisa berinteraksi langsung dengan konsumen dan calon investor. Pengalaman ini sangat berharga untuk pengembangan bisnis dan peningkatan kapasitas produksi di masa depan.
Melalui program inkubasi yang terarah dan dukungan dari berbagai pihak, UMKM NTB diharapkan tidak hanya mandiri secara finansial. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi duta budaya dan ekonomi daerah. Ini akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews