DeQing Juara Xi'an Challenger 2026, Amankan Tiket World Tour Amsterdam
Tim basket 3x3 DeQing berhasil menjadi juara FIBA 3x3 Xi'an Challenger 2026, mengamankan satu tempat di FIBA 3x3 World Tour Amsterdam 2026 dan menarik perhatian pecinta basket.
Tim bola basket 3x3 asal China, DeQing, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai FIBA 3x3 Xi'an Challenger 2026. Kemenangan ini secara otomatis memastikan langkah mereka menuju FIBA 3x3 World Tour Amsterdam 2026 yang akan digelar pada 19-21 Juni mendatang.
Dalam laga final yang sengit, DeQing sukses menaklukkan tim Phoenix dari Amerika Serikat dengan skor akhir 22-17. Pertandingan puncak ini berlangsung di Xi'an, China, di hadapan publik tuan rumah yang memberikan dukungan penuh.
Keberhasilan DeQing tidak hanya mengukuhkan dominasi mereka di ajang Challenger ini, tetapi juga menjadi bukti persiapan matang tim. Mereka menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen yang sangat kompetitif.
Dominasi DeQing Sepanjang Turnamen Xi'an Challenger
DeQing menunjukkan performa yang sangat dominan sejak awal turnamen FIBA 3x3 Xi'an Challenger 2026. Mereka memanfaatkan dukungan penuh dari publik tuan rumah untuk meraih gelar juara. Ajang ini merupakan salah satu Challenger terkuat musim ini.
Pada pertandingan final, DeQing langsung memberikan tekanan kuat kepada Phoenix. Mereka berhasil unggul cepat dengan skor 8-3 di awal laga. Keunggulan ini menjadi fondasi penting bagi kemenangan mereka.
Phoenix sempat mencoba bangkit melalui kontribusi Kyle Guy dan Malik Hluchoweckyj. Mereka berhasil memperkecil kedudukan menjadi 14-16, menunjukkan semangat juang yang tinggi. Namun, DeQing segera merespons dengan laju 3-0 untuk kembali menjauh.
Guo Hanyu dan Francis Lacis menjadi penentu kemenangan DeQing di final. Keduanya memastikan skor akhir 22-17 saat waktu pertandingan masih tersisa dua menit. Ini menunjukkan efektivitas serangan dan pertahanan tim yang solid.
Performa Gemilang Pemain Kunci DeQing dan MVP Turnamen
Guo Hanyu tampil sebagai pencetak angka terbanyak bagi DeQing pada laga final. Ia menyumbangkan 10 poin krusial yang sangat membantu tim meraih kemenangan. Kontribusinya sangat vital dalam setiap serangan DeQing.
Sementara itu, Zhang Dianliang kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengendalikan tempo permainan. Ia berperan penting di kedua sisi lapangan, baik dalam menyerang maupun bertahan. Kehadirannya memberikan stabilitas bagi tim.
Atas performa luar biasanya, Zhang Dianliang dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) turnamen. Ia mencetak total 38 poin, menjadikannya top skorer di Xi'an Challenger. Selain itu, ia juga membukukan total player value tertinggi, yakni 40,5.
Sebelumnya di babak semifinal, DeQing menghadapi perlawanan sengit dari Skyliners Jerman. Sempat tertinggal 9-12, DeQing berhasil membalikkan keadaan. Tiga poin terakhir dari Francis Lacis membawa tim China itu menang tipis 18-16, menunjukkan mental juara yang kuat.
Perjalanan Phoenix dan Tim Lain Menuju World Tour Amsterdam
Meskipun kalah di final, tim Phoenix dari Amerika Serikat tetap berhak mendapatkan tiket ke FIBA 3x3 World Tour Amsterdam 2026. Mereka menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen lewat duet Kyle Guy dan Eric Demers.
Selain Phoenix, tim Skyliners dari Jerman juga berhasil mengamankan satu tempat di World Tour Amsterdam. Ketiga tim ini—DeQing, Phoenix, dan Skyliners—akan memulai turnamen kasta tertinggi 3x3 melalui babak kualifikasi. Ini menjanjikan persaingan yang ketat di panggung internasional.
Keberhasilan lolos ke World Tour Amsterdam menjadi pencapaian signifikan bagi ketiga tim. Mereka akan bersaing dengan tim-tim 3x3 terbaik dari seluruh dunia. Turnamen ini menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan memperebutkan gelar juara.
Sumber: AntaraNews