Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat, Dana Asing Masuk Pasar Obligasi RI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin Rupiah menguat kembali setelah pemerintah melihat aliran dana asing ke obligasi Indonesia, didukung langkah stabilisasi pasar keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat. Optimisme ini muncul setelah pemerintah mengamati adanya aliran dana asing yang mulai masuk ke pasar obligasi Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Upaya ini dilakukan di tengah tekanan global yang masih berlanjut serta pelemahan rupiah yang sempat terjadi. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah melalui pembelian obligasi di pasar sekunder.
Langkah-langkah stabilisasi ini diharapkan dapat meredam tekanan dan mengembalikan kepercayaan investor. Meskipun rupiah sempat melemah 0,22 persen menjadi Rp17.706 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Menkeu yakin perbaikan sentimen akan mendorong penguatan.
Strategi Pemerintah Stabilkan Pasar Keuangan dan Optimisme Penguatan Rupiah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, "Rupiah tidak akan bertahan di level yang (rendah) ini untuk terlalu lama. Kan tadi kita sudah melihat ada perbaikan sentimen ke pasar obligasi kan? Dana mulai masuk ke sini, dan saya pikir ke depan akan lebih banyak yang masuk sehingga rupiah akan menguat," ujarnya. Ia melihat adanya perbaikan sentimen positif di pasar obligasi yang ditandai dengan masuknya dana asing.
Pemerintah telah aktif masuk ke pasar obligasi sejak pekan lalu, sebuah langkah proaktif untuk meredam tekanan. Intervensi ini juga bertujuan menjaga kepercayaan para investor terhadap stabilitas ekonomi nasional. Hasilnya, tindakan tersebut mulai menunjukkan dampak positif pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.
Langkah strategis ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi. Stabilitas pasar keuangan domestik menjadi prioritas di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Dengan demikian, kepercayaan investor diharapkan dapat terus terjaga dan meningkat.
Aliran Dana Asing dan Sinyal Pemulihan Kepercayaan Investor
Purbaya menjelaskan bahwa investor asing mulai kembali menunjukkan minat pada pasar obligasi Indonesia, baik di pasar sekunder maupun primer. Di pasar sekunder, dana asing tercatat masuk sekitar Rp500 miliar, sedangkan di pasar primer berkisar Rp1,68 triliun.
Masuknya dana asing ini menjadi sinyal awal yang kuat bagi pemulihan kepercayaan investor terhadap pasar surat utang Indonesia. "Jadi, tindakan kita menjaga stabilitas pasar obligasi itu sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap obligasi kita, mereka mulai masuk, dolar mulai masuk kan ya harusnya," tambahnya. Kehadiran modal asing ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi nilai tukar rupiah.
Menteri Keuangan secara rutin berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto. Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan aliran dana asing ke pasar obligasi secara intensif. Pemantauan ketat ini penting untuk memastikan stabilitas pasar tetap terjaga.
Asumsi APBN 2026 Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global
Di tengah optimisme penguatan rupiah, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Asumsi harga minyak dunia juga tetap dipertahankan sebesar 100 dolar AS per barel. Keputusan ini menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap proyeksi ekonomi.
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan penghematan yang dinilai cukup untuk kondisi saat ini. "Saya nggak harus mengubah apa-apa lagi. Kami sudah melakukan penghematan yang kami pikir cukup untuk keadaan sekarang, termasuk rupiahnya sudah bergeser waktu melakukan simulasi itu," kata Purbaya. Penghematan ini termasuk penyesuaian terkait pergerakan rupiah saat simulasi anggaran dilakukan.
Komitmen untuk tidak mengubah asumsi APBN ini bertujuan memberikan kepastian bagi pelaku ekonomi. Stabilitas kebijakan fiskal menjadi kunci dalam menjaga iklim investasi. Pemerintah terus berupaya memastikan kerangka kebijakan tetap solid dan prediktif.
Sumber: AntaraNews