Menkeu Purbaya Bongkar Bukti Bahwa Asing Masih Percaya Investasi di Indonesia

Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatat pemasukan (capital inflow) USD 2,2 triliun, atau setara Rp37.290 triliun.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Menkeu Purbaya Bongkar Bukti Bahwa Asing Masih Percaya Investasi di Indonesia
Menkeu Purbaya Bongkar Bukti Bahwa Asing Masih Percaya Investasi di Indonesia (Merdeka.com)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa Indonesia masih jadi tempat favorit bagi investor asing untuk menanamkan modal. Terbukti dari arus masuk modal dalam beberapa bulan terakhir. Optimisme itu diutarakan Purbaya langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/3) kemarin. 

"Memang sempat naik-turun naik-turun, tapi kita lihat sejak November-Desember cenderung positif. Sekarang juga masih positif," ujar Purbaya, dikutip Sabtu (14/4). 

Adapun pada Maret 2026, ia tidak memungkiri adanya arus modal keluar (capital outflow) dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar USD 0,7 triliun. Namun di sisi lain, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatat pemasukan (capital inflow) USD 2,2 triliun, atau setara Rp37.290 triliun. 

"Jadi saham juga masih inflow USD 2,2 triliun di bulan Maret. Jadi setelah gonjang-ganjing di bulan Maret sebetulnya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus," tutur dia.

Optimisme Purbaya juga turut terbangun oleh indikator Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang relatif stabil. Tak hanya itu, selisih imbal hasil (spread) Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury hanya naik tipis 3 basis poin, dari 240 basis poin menjadi 243 basis poin. 

"Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik saja yang enggak percaya Pak," tegas Purbaya.

Bantah Rupiah Terpuruk 

Lebih lanjut, Purbaya juga membantah klaim yang mengatakan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal kian terpuruk, akibat adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel dan Iran. 

Menurut dia, kurs Rupiah sejauh ini tidak jatuh terlalu dalam. Berkaca pada pengalaman di perang-perang sebelumnya, Purbaya menyebut depresiasi rupiah hanya di kisaran 0,3 persen. 

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang Rupiah hancur. Tapi kalau dilihat betul, itu setiap perang, Rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di hadapan Prabowo Subianto.

Investor Punya Duit Tidak Akan Takut

Purbaya lantas menyindir pihak-pihak yang skeptis terhadap Rupiah. Padahal, ia menyebut bahwa para pemodal yang benar-benar memiliki uang tidak takut terhadap pergerakan mata uang Garuda saat ini. 

"Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita. Yang real pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang enggak punya duit, yang enggak punya duit kali Pak ya. Jelek-jelekin Pak yang nggak punya duit," ungkapnya. 

Rekomendasi