Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Penguatan Rupiah Didukung Arus Modal Asing
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya terhadap penguatan Rupiah, didorong oleh masuknya modal asing ke pasar obligasi Indonesia dan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat dalam waktu dekat. Optimisme ini didasari oleh peningkatan signifikan aliran modal asing ke pasar obligasi Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (19/5).
Purbaya Yudhi Sadewa, yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 8 September 2025, menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah tekanan global. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembelian obligasi di pasar sekunder.
Langkah ini bertujuan untuk meredakan gejolak dan menjaga kepercayaan investor. Purbaya menegaskan bahwa Rupiah tidak akan bertahan lama di level rendah saat ini, melihat sentimen positif di pasar obligasi dengan dana asing yang mulai masuk dan diperkirakan akan terus bertambah.
Intervensi Pemerintah dan Pemulihan Kepercayaan Investor
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan intervensi di pasar obligasi sejak pekan lalu. Intervensi ini bertujuan untuk meredakan tekanan dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar utang Indonesia. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif, dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah.
Penurunan imbal hasil ini menjadi sinyal positif bagi investor, menunjukkan bahwa pasar mulai merespons langkah stabilisasi yang diambil oleh pemerintah. Menteri Keuangan menambahkan bahwa investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi, baik di pasar sekunder maupun primer, sebagai indikasi awal pemulihan kepercayaan.
Di pasar sekunder, aliran dana asing mencapai sekitar Rp500 miliar atau setara US$28,2 juta. Sementara itu, di pasar primer, total aliran dana mencapai sekitar Rp1,68 triliun atau US$94,77 juta. Purbaya menggambarkan masuknya dana asing ini sebagai tanda awal kepercayaan investor yang pulih di pasar utang Indonesia.
Menurut Purbaya, langkah-langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar obligasi telah mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap obligasi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa investor asing mulai berdatangan, dan aliran dolar juga mulai kembali, sesuai dengan harapan.
Prospek Penguatan Rupiah dan Asumsi Anggaran
Pemerintah akan terus memantau perkembangan aliran modal asing ke pasar obligasi secara cermat. Pemantauan ini penting untuk memastikan stabilitas pasar keuangan dan mendukung keberlanjutan penguatan Rupiah.
Purbaya juga mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak akan merevisi asumsi nilai tukar Rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Asumsi harga minyak global juga akan tetap di level US$100 per barel. Keputusan ini menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap proyeksi ekonomi dan langkah-langkah yang telah diambil.
“Saya tidak perlu mengubah hal lain. Kami telah menerapkan langkah-langkah penghematan yang kami yakini cukup untuk situasi saat ini, dan asumsi Rupiah telah disesuaikan selama simulasi,” pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal dan moneter.
Sumber: AntaraNews