Purbaya Yakin Kurs Rupiah Masih Kuat: Yang Enggak Punya Duit yang Jelek-Jelekin
Berkaca pada pengalaman di perang-perang sebelumnya, Purbaya menyebut depresiasi atau pelemahan Rupiah hanya di kisaran 0,3 persen.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membantah tudingan yang mengatakan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal kian terpuruk akibat adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel dan Iran.
Menurut dia, kurs Rupiah sejauh ini tidak jatuh terlalu dalam. Berkaca pada pengalaman di perang-perang sebelumnya, Purbaya menyebut depresiasi atau pelemahan Rupiah hanya di kisaran 0,3 persen.
"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang Rupiah hancur. Tapi kalau dilihat betul, itu setiap perang, Rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di hadapan Prabowo Subianto, dikutip Sabtu (14/3).
Purbaya lantas menyindir pihak-pihak yang skeptis terhadap Rupiah. Padahal, ia menyebut bahwa para pemodal yang benar-benar memiliki uang tidak takut terhadap pergerakan mata uang Garuda saat ini.
"Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita. Yang real pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang enggak punya duit, yang enggak punya duit kali Pak ya. Jelek-jelekin Pak yang nggak punya duit," ungkapnya.
Sentimen Negatif Rupiah
Meskipun Rupiah kerap mendapat sentimen negatif, Purbaya mengklaim bahwa investor asing masih optimistis terhadap perekonomian Indonesia.
Tercermin dari indikator Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang relatif stabil. Tak hanya itu, selisih imbal hasil (spread) Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury hanya naik tipis 3 basis poin, dari 240 basis poin menjadi 243 basis poin.
"Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik saja yang enggak percaya Pak," tegas Purbaya.