Sorot
{{caption}}
Kronologi Lansia Tertabrak Kereta di Bogor

{{caption}}
KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan di Kasus Bupati Kuansing

{{caption}}
Harus Bersiap, Sederet Ancaman Serius El Nino

{{caption}}
Kasus Penyekapan Karyawan Padel, Korban Dilaporkan Terkait Pencurian

{{caption}}
Jakarta Alami Penurunan Kualitas Udara Kamis Pagi

{{caption}}
Said Iqbal Ajak Korban Penyekapan Kerja di Kantornya, Segini Gajinya

Topik Terkait
{{caption}}
Purbaya Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026

Purbaya mengungkapkan cadangan devisa Indonesia hingga Mei 2026 mencapai US$144,9 miliar atau setara 5,6 bulan impor.

{{caption}}
Pemerintah Optimistis Nilai Tukar Rupiah Menguat di Semester II

Purbaya ia meyakini bahwa sinergi yang lebih kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan dapat mengendalikan tekanan tersebut.

{{caption}}
Purbaya Tegaskan Indonesia Tidak Mengarah Pada Krisis 1998

Menurut Purbaya fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia masih kuat.

{{caption}}
Purbaya: Pelemahan Rupiah dan IHSG Tak Goyahkan Fundamental Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya, melainkan dipicu oleh persepsi negatif.

{{caption}}
Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tak Menuju Krisis Ekonomi 1997-1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tidak mengarah pada krisis ekonomi, keuangan, dan moneter seperti 1997-1998, meski rupiah sempat melemah. Stabilitas ekonomi nasional menjadi fokus utama pemerintah.

{{caption}}
Menkeu Purbaya Sadewa: Indonesia Tak Menuju Krisis Ekonomi 1997-98, Rupiah Akan Menguat

Meski rupiah sempat melemah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak sedang menuju krisis ekonomi 1997-98. Bagaimana strategi pemerintah menguatkan rupiah dan menjaga stabilitas?

{{caption}}
Menkeu Purbaya: Pelemahan Kurs dan IHSG Tak Cerminkan Kuatnya Fundamental Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang solid. Ia menyoroti persepsi negatif pasar yang keliru terhadap kondisi riil.

{{caption}}
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Istana memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional dan tingkat inflasi masih terjaga.

{{caption}}
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Penguatan Rupiah Didukung Arus Modal Asing

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya terhadap penguatan Rupiah, didorong oleh masuknya modal asing ke pasar obligasi Indonesia dan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan.

{{caption}}
Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat, Dana Asing Masuk Pasar Obligasi RI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin Rupiah menguat kembali setelah pemerintah melihat aliran dana asing ke obligasi Indonesia, didukung langkah stabilisasi pasar keuangan.

{{caption}}
Pelemahan Rupiah Bukan Masalah Fundamental, Menkeu dan BI Optimis Bakal Menguat di Juli 2026

Penguatan dolar AS terhadap rupiah saat ini sebagian besar dipicu faktor musiman. Karena itu, tekanan terhadap rupiah diperkirakan hanya bersifat sementara.

{{caption}}
Purbaya Pastikan Indonesia Tidak Mengarah ke Krisis 1998

Menkeu Purbaya mengimbau investor agar tidak cemas terhadap penurunan nilai tukar rupiah dan koreksi pada IHSG, karena dasar-dasar ekonomi RI tetap kuat.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Melemah Sentuh Level Rp17.952 per USD

Pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian atas kemajuan negosiasi perdamaian AS dan Iran.

{{caption}}
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Tipis Hari Ini, Dipicu Kesepakatan AS-Iran untuk Hentikan Perang

Kondisi ini memungkinkan lalu lintas melalui Selat Hormuz untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan dan harga minyak.

{{caption}}
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Level Rp17.843 per USD

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Bergerak Melemah Pekan Depan, Masih Dibayangi Catatan MSCI

Adapun pada perdagangan Jumat (19/6), rupiah ditutup melemah tipis 7 poin menjadi Rp17.801 per USD dari posisi sebelumnya Rp17.794 per USD.

{{caption}}
IBC Ingatkan Stabilitas Rupiah Perlu Ditopang Kredibilitas Kebijakan Makro

Sebagai small open economy, Indonesia tidak dapat sepenuhnya melepaskan kebijakan moneternya dari dinamika global.

{{caption}}
Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Hotel Tingkatkan Hunian Kamar

Pelemahan rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing.

{{caption}}
Pakar Proyeksikan Harga Pertamax Turun Bertahap hingga Desember 2026

Harga Pertamax diprediksi akan mengalami penurunan bertahap hingga Desember 2026, menawarkan potensi keringanan bagi konsumen seiring stabilnya kondisi pasar global.

{{caption}}
Rupiah Melemah dan Harga Obat Terancam Naik, IDI Semarang : Ketergantungan Impor

Kenaikan harga obat itu tidak hanya dari faktor biaya produksi saja, namun juga distribusi dan rantai pasok yang sebagian masih berkaitan dengan komponen impor.

{{caption}}
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini ke Level Rp17.728 per USD, Ini Faktor Penopangnya

Proyeksi tersebut muncul setelah tekanan terhadap dolar AS mulai mereda akibat meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas geopolitik global.

{{caption}}
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.860, Ternyata Ini Faktor Pemicunya

Menurut dia, langkah BI menaikkan suku bunga acuan memberikan bantalan terhadap rupiah.

{{caption}}
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, BI: Investor Respons Positif Bauran Kebijakan

Posisi tersebut menguat 51 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.988 per dolar AS.

{{caption}}
Tak Hanya Naikkan BI Rate, Ini 5 Keputusan Bank Indonesia untuk Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

Keputusan kedua adalah penyesuaian tingkat imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).