Apbn 2026

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp599,44 Triliun Tahun 2026, Naik Hampir Dua Kali Lipat Dibanding 2021

Jika dibandingkan dengan outlook pembayaran bunga utang 2025 sebesar Rp552,1 triliun, beban bunga utang tahun depan meningkat 8,6 persen.

{{caption}}
10 Kementerian dan Lembaga Punya Anggaran Paling Besar Tahun 2026, Nomor Satu Badan Gizi Nasional

Dikutip dari Buku II Nota Keuangan 2026, pada urutan pertama, Badan Gizi Nasional menerima pagu sebesar Rp268 triliun.

{{caption}}
Utang Jumbo Rp800 Triliun Jadi Ujian Kebijakan Fiskal Pemerintahan Prabowo 2026

Menurut Deni, beban utang yang menumpuk berbarengan dengan belanja mengikat lainnya, seperti subsidi dan belanja pegawai.

{{caption}}
Program Raksasa Prabowo 2026: Antara Janji Politik dan Risiko Pemborosan Saat Eksekusi

RAPBN 2026 tidak hanya sekadar dokumen anggaran, tetapi juga gambaran arah kebijakan lima tahun ke depan.

{{caption}}
Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Program Prioritas dalam RAPBN 2026, Ini Alasannya

Namun, di balik angka fantastis itu, CSIS mengingatkan adanya konsekuensi serius terhadap postur fiskal.

{{caption}}
HUT Ke-80 RI, Sri Mulyani Janji Amanah Kelola Keuangan Negara

Menkeu Sri Mulyani menuturkan kemerdekaan merupakan amanat dari para pejuang bangsa yang harus dijaga dan dirawat bersama.

{{caption}}
Uang Negara Rp1.376 Triliun Bisa Dinikmati Langsung oleh Masyarakat Tahun Depan

Sri Mulyani menyampaikan, Kementerian Keuangan sering menerima permintaan dari pemerintah daerah (pemda), yang kerap membutuhkan bantuan dana.

{{caption}}
Anggaran Subsidi BBM Hingga LPG 3 Kg Lebih Besar Tahun Depan, Total Rp210 Triliun

Anggaran untuk subsidi energi tersebut memuat subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan LPG 3 Kg.

{{caption}}
Gaji PNS Naik Tahun 2026? Begini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan gaji PNS 2026 masih harus mempertimbangkan beberapa faktor.

{{caption}}
Detail Target Kerja Prabowo 2026 dalam Angka, Pangkas Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem

Adapun target pembangunan lainnya ialah rasio gini sebesar 0,77-0,38, tingkat kemiskinan ekstrem 0-0,5 persen.