FOTO: PBB Kecam Serangan Mortir yang Tewaskan Personel UNIFIl
Ketegangan di perbatasan Lebanon dan Israel kembali memakan korban dari pasukan penjaga perdamaian PBB.
Pasukan penjaga perdamaian PBB asal Spanyol berjaga di depan rumah yang hancur akibat bentrokan antara pejuang Hizbullah dan pasukan Israel di Desa Dibbine, Lebanon tenggara, Jumat (5/6/2026). Situasi keamanan di wilayah tersebut masih menjadi perhatian menyusul meningkatnya eskalasi konflik di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengutuk tewasnya seorang anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dalam serangan yang menghantam salah satu pos terdepan misi tersebut di Lebanon selatan. Pernyataan itu disampaikan melalui Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Kamis (04/06/2026).
UNIFIL sebelumnya mengumumkan bahwa seorang personelnya meninggal dunia akibat luka kritis setelah sebuah mortir menghantam posisi mereka di dekat Marjayoun, Lebanon selatan, pada Kamis dini hari. Dua anggota lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
Menurut penilaian awal yang dilakukan dari pos pengamatan UNIFIL, dua anggota yang terluka berasal dari Spanyol dan El Salvador. Posisi tersebut diduga terkena tembakan tidak langsung yang berasal dari wilayah utara Sungai Litani.
Insiden ini terjadi di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Lebanon dan Israel. Awal pekan ini, putaran terbaru pembicaraan langsung kedua negara pada tingkat duta besar digelar di Washington, Amerika Serikat.
Di sisi lain, Hizbullah menyatakan kesediaannya untuk mematuhi gencatan senjata dengan syarat seluruh serangan Israel di wilayah Lebanon dihentikan. Namun, serangan militer Israel dilaporkan masih berlangsung meskipun Amerika Serikat menyatakan telah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.