Kemhan Benarkan 4 Prajurit Pasukan Perdamaian di Lebanon jadi Korban Bombardir Israel, 1 Tewas dan 3 Lainnya Luka-Luka

Kementerian Pertahanan benarkan adanya empat prajurit TNI pasukan perdamaian PBB bertuga di Lebanon jadi korban rudal Israel.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Kemhan Benarkan 4 Prajurit Pasukan Perdamaian di Lebanon jadi Korban Bombardir Israel, 1 Tewas dan 3 Lainnya Luka-Luka
Kendaraan pengangkut personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berpatroli di dataran Lebanon selatan di wilayah Khiam di perbatasan dengan Israel pada 10 Oktober 2023. (JOSEPH EID/AF (© 2026 Liputan6.com)

Empat prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon menjadi korban bombardir rudal Israel. Satu gugur, 1 luka berat dan 2 lainnya luka ringan.

Demikian diungkapkan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. "Kami mengonfirmasi adanya terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (30/3).

Saat ditanya ihwal identitas mereka yang menjadi korban, Rico menyerahkan kepada Mabes TNI. "Itu ranahnya Mabes TNI," tutur Rico.

Namun saat ini, saat dikonfirmasi Puspen TNI belum memberikan info detil terkait identitas prajuritnya yang menjadi korban.

Sebagai informasi, insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL.

"Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," Rico menandasi.

Sampaikan Duka Cita

Diketahui, Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel penjaga perdamaian Indonesia serta luka-lukanya tiga personel lainnya yang bertugas dalam Misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Terkena Dampak Tembakan

Berdasarkan laporan, prajurit TNI itu gugur akibat tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan meningkatnya permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Rekomendasi