Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Sepi Investor, Jaraknya Dipangkas Jadi 42 Kilometer
Nantinya, proyek tol tak dimulai dari Gilimanuk, melainkan dari Pekutatan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal memangkas panjang proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi imbas sepi peminat. Nantinya, proyek tol tak dimulai dari Gilimanuk, melainkan dari Pekutatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati menjelaskan, saat ini pihaknya sedang meninjau lagi studi kelayakan (feasibility study) proyek tersebut. Termasuk memangkas panjang proyek tol dari sebelumnya 90 kilometer (km) dan menyisakan 42 km saja.
"Karena yang awal itu lingkup proyeknya kan dari Gilimanuk sampai Mengwi kurang lebih 90 km. Nah ini nanti akan dilakukan rescooping, mengubah targetnya mungkin arahnya nanti hanya dari Pekutatan sampai dengan Mengwi. Pekutatan-Soka-Mengwi sekitar kurang lebih 42 km," ungkap Komang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6).
Dia menjelaskan, pemangkasan lebih dari setengah panjang proyek jalan tol itu diharapkan mampu meningkatkan kelayakannya di mata investor. Pasalnya, kebutuhan dana untuk proyek itu menjadi lebih rendah dari rencana awal.
"Nah ini harapannya dengan adanya rescoping ini bisa meningkatkan kelayakannya karena kita melihat dari sisi capex-nya sudah bisa lebih turun," ucapnya.
Komang mengatakan, sejumlah dokumen perizinan pun turut jadi bagian yang ditinjau ulang. Jika seluruhnya lengkap, maka bisa segera ditawarkan dalam lelang.
"Kalau FS kemarin di tahun 2025 sudah dilakukan update dan review-nya. Harapannya kalau semua dokumen penyiapan ini sudah siap, kita berharap ini segera dapat dilakukan pelelangan untuk pengusahaannya," urai Komang.
Proyek Tol Getaci Dapat Fasilitas Kemenkeu
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap kabar terbaru proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci). Rencana proyek itu disebut baru akan digarap dalam dua tahun kedepan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mengatakan proyek tol Getaci mendapat fasilitas Project Development Fascility (PDF) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Nanti Kementerian Keuangan yang akan menugaskan kepada BUMN di bawahnya Kementerian Keuangan untuk melaksanakan penyiapan dokumen-dokumen atau penyiapan projek tadi," ungkap Komang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6).
Digarap 2028
Beberapa dokumen itu berkaitan dengan prastudi kelayakan hingga studi kelayakan atau feasibility study (FS), termasuk juga dokumen izin lingkungan serta pengadaan tanah.
Dengan demikian, harapan Komang, proyek jalan tol tersebut bisa dikerjakan dalam waktu dua tahun ke depan atau 2028 mendatang.
"Nah, harapannya fasilitas PDF ini diberikan dari tahap penyiapan sampai tahap transaksi atau tahap lelangnya. Nah, ini diperkirakan kurang lebih akan memerlukan waktu 2 tahun. Itu yang untuk progres Getaci," jelas Komang.
Tinjau Ulang Dokumen
Komang mengatakan, proyek tol Getaci sebelumnya telah mendekati kontrak. Namun, saat ini pihaknya tengah melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah dokumennya.
"Untuk saat ini progres yang kami sedang siapkan adalah untuk mengupdate kembali, mereview kembali dokumen studi kelayakannya atau FS-nya," kata dia.
"Sampai dengan nanti semua proyek kesiapannya, readiness criteria-nya, FS, Amdal, izin lingkungan, andalalin (analisis dampak lalu lintas), DPPT (dokumen perencanaan pengadaan tanah), itu sedang kami siapkan," sambung Komang.