Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan bahwa alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk APBN 2026 masih senilai Rp335 triliun.
Dadan menegaskan sejauh ini belum ada pemangkasan atau penyesuaian terhadap anggaran tersebut, meskipun ada wacana efisiensi yang sempat diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan ini disampaikan Dadan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Senin, 16 Maret, menanggapi pertanyaan wartawan mengenai perkembangan anggaran MBG.
Advertisement
Advertisement
Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan kementerian terkait lainnya pada Senin lebih berfokus pada harmonisasi anggaran.
Harmonisasi ini bertujuan untuk menyikapi situasi dan perkembangan terkini, memastikan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal sesuai rencana.
Terkait opsi penyesuaian pada sejumlah pos belanja yang tidak langsung menyasar penyediaan makanan, Dadan menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan perubahan anggaran yang final.
Advertisement
Dadan juga menegaskan bahwa sebagian besar anggaran, sekitar 93 persen dari total alokasi, memang dialokasikan langsung untuk bantuan pemerintah makan bergizi yang disalurkan ke daerah melalui satuan pelayanan di seluruh Indonesia.
Advertisement
Di sisi lain, usai Rakortas tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai masih terdapat ruang efisiensi dalam pelaksanaan program MBG.
Purbaya mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif yang baik karena membantu banyak masyarakat, terutama kelompok ekonomi kelas bawah yang membutuhkan dukungan gizi.
Namun, menurut Purbaya, pelaksanaan program MBG masih bisa dioptimalkan agar lebih efisien, bahkan tanpa harus menyerap penuh alokasi anggaran senilai Rp335 triliun.
Advertisement
Kemenkeu juga tengah menyusun rencana efisiensi anggaran di berbagai kementerian/lembaga (K/L), terutama terhadap Anggaran Biaya Tambahan (ABT), sebagai upaya menjaga defisit APBN 2026 tetap di bawah 3 persen.
Advertisement
Hingga tanggal 9 Maret 2026, serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis telah mencapai Rp44 triliun.
Angka ini merepresentasikan sekitar 13,1 persen dari total anggaran program MBG yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.
Program ini telah berhasil menjangkau 61,62 juta penerima manfaat, didukung oleh 25.082 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Advertisement
Berdasarkan wilayah sebarannya, Pulau Jawa mencatat jumlah penerima terbesar dengan 35,47 juta orang, diikuti oleh Sumatera sebanyak 12,63 juta penerima, serta Kalimantan dengan 2,63 juta penerima manfaat.
Sumber: AntaraNews