Stabilitas Rupiah Terjaga di Tengah Gejolak Global, Kepercayaan Investor Asing Tetap Kuat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan **stabilitas Rupiah** tetap kuat di tengah dinamika global, didukung kepercayaan investor asing yang tinggi terhadap pasar keuangan domestik, menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Stabilitas Rupiah Terjaga di Tengah Gejolak Global, Kepercayaan Investor Asing Tetap Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan **stabilitas Rupiah** tetap kuat di tengah dinamika global, didukung kepercayaan investor asing yang tinggi terhadap pasar keuangan domestik, menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia. (AntaraNews)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stabilitas nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di tengah dinamika global yang kerap memunculkan kekhawatiran terhadap pelemahan mata uang. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3).

Menurut Purbaya, kuatnya kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan domestik menjadi salah satu indikator utama. Meskipun gejolak global seringkali memicu pelemahan mata uang, tekanan terhadap Rupiah relatif terbatas. Data yang ada menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia yang baik.

Purbaya menekankan bahwa kekhawatiran mengenai Rupiah yang "hancur" tidak berdasar, karena depresiasi Rupiah hanya sekitar 0,3 persen setiap kali terjadi perang atau gejolak. Hal ini menandakan fondasi ekonomi nasional yang solid dan mampu menghadapi tantangan eksternal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah berbagai gejolak global. Meskipun seringkali ada kekhawatiran akan pelemahan, data menunjukkan bahwa tekanan terhadap Rupiah sangat terbatas. Ini membuktikan bahwa ekonomi Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian global.

Purbaya mencontohkan, dalam setiap periode konflik atau gejolak global, depresiasi Rupiah hanya tercatat sebesar 0,3 persen. Angka ini sangat kecil dibandingkan dengan mata uang negara lain, yang seringkali mengalami tekanan lebih besar. Kondisi ini menjadi bukti nyata atas daya tahan ekonomi nasional.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3). Ia menekankan pentingnya melihat data secara objektif untuk menilai kondisi sebenarnya, bukan hanya berdasarkan asumsi atau kekhawatiran yang tidak berdasar. Kepercayaan terhadap **stabilitas Rupiah** sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Selain ketahanan Rupiah, Purbaya juga menyoroti indikator lain yang menunjukkan kuatnya kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia. Salah satunya adalah selisih imbal hasil antara Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury. Selisih ini menjadi cerminan risiko investasi yang dipersepsikan oleh pasar.

Menurutnya, spread SBN terhadap US Treasury hanya mengalami kenaikan tipis, dari 240 basis poin pada Januari 2025 menjadi sekitar 243 basis poin saat ini. Kenaikan yang terbatas ini menunjukkan bahwa investor asing masih sangat percaya pada prospek ekonomi Indonesia. Mereka melihat fundamental ekonomi yang baik dan stabil.

Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia juga masih menunjukkan tren positif. Sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, arus modal cenderung masuk ke Indonesia, meskipun sempat mengalami fluktuasi. Ini mengindikasikan bahwa investor global tetap optimistis terhadap aset-aset domestik, termasuk di tengah ketidakpastian global.

Data terbaru pada Maret menunjukkan adanya inflow sekitar Rp2,2 triliun pada investasi saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, pada instrumen SBN hanya terjadi arus keluar terbatas sekitar Rp0,7 triliun. Angka-angka ini menegaskan bahwa investor yang "asli" menaruh uang mereka karena percaya pada fondasi ekonomi Indonesia yang bagus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi