Rupiah dan IHSG Menguat, Dasco: Kepercayaan Terhadap Pemerintah Semakin Kuat
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan imbauan khusus kepada masyarakat yang masih berspekulasi menyimpan mata uang asing.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir.
Merespons fenomena positif tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan imbauan khusus kepada masyarakat yang masih berspekulasi menyimpan mata uang asing. Dasco menilai, pergerakan positif pasar keuangan saat ini tidak lepas dari tingginya tingkat kepercayaan publik dan pelaku pasar terhadap kinerja kabinet saat ini.
"Ya, saya pikir kan kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat, sehingga itu juga berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar rupiah," kata Dasco kepada wartawan, Kamis (11/6).
Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan, dirinya telah menjalin komunikasi dengan pihak eksekutif mengenai langkah-langkah strategis ke depan. Pemerintah diungkapkannya telah menyiapkan formula baru untuk menjaga momentum penguatan mata uang Indonesia.
"Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat," ungkapnya.
Melihat adanya sinyal kuat penguatan rupiah yang berkelanjutan berkat strategi pemerintah tersebut, Dasco memberi peringatan untuk para spekulan valuta asing. Ia menyarankan agar pemegang dolar AS segera menjual aset mereka agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.
"Ya mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas. Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian," ucapnya.
Dinamika Pasar Modal
Selain menyoroti masalah kurs rupiah, Dasco juga memberikan tanggapan mengenai dinamika di pasar modal, khususnya aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham oleh sejumlah perusahaan.
Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat di tengah gejolak pasar karena fundamental korporasi dalam negeri dinilai masih sangat kokoh.
"Ya, sebenarnya kan BUMN dan swasta-swasta yang proyek-proyeknya strategis itu kan fundamentalnya kuat," jelas legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Dasco menjelaskan, penurunan harga saham yang sempat terjadi sebelumnya justru menjadi momentum emas bagi perusahaan pelat merah maupun lembaga investasi untuk mengamankan aset strategis mereka.
"Nah, sehingga kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, ya tentunya kemudian misalnya BUMN atau Himbara itu kemudian buyback kembali, ataupun kemudian lembaga-lembaga yang melakukan investasi maupun pasar tentunya melihat bahwa sangat strategis kemudian ketika membeli kembali atau melakukan transaksi pembelian pada saat keadaan pasar seperti kemarin," paparnya.
Tanggapi Saham BCA
Terakhir, Dasco juga menanggapi santai terkait isu adanya aksi pembelian saham pada salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, yakni Bank BCA.
Ia menilai, koreksi harga yang terjadi pada saham tersebut merupakan hal yang wajar dan menjadi peluang bagi para investor.
"Saya pikir kalau bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, ya apalagi saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah ya dibeli aja. Karena apa namanya, dengan termasuk swasta nasional yang strategis, sepanjang itu melalui mekanisme pasar pembeliannya, itu enggak ada masalah menurut saya. Silakan aja dibeli," pungkasnya.