Ihsg
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
-
-
-
berita update Mendagri Tito soal Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi: Tim Menilai Betul-Betul Saya Awasi
-
berita update Pemerintah Resmikan Aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional', Permudah Akses Wisata Alam Indonesia
-
berita update Dorong Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali
Berita Populer
-
Rupiah Tembus Rp18.066 per Dolar AS pada Jumat Pagi
-
Strategi Pengusaha Bali Genjot Usaha di Tengah Pelemahan Rupiah
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Klaim Fundamental Ekonomi Kuat
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Pemerintah Disarankan Jiplak China Jaga Stabilitas Keuangan
-
Usul Ekonom Usai Rupiah Jeblok Tembus Rp18.000, Pemerintah Wajib Lakukan Hal Ini Jaga Tren Arus Pasar Saham
Berita Utama Lainnya
pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan aksi profit taking (ambil untung) investor setelah mengalami rally.
Angka ini menunjukkan hampir seluruh data investor institusional non-individu telah tervalidasi dan diperbarui sesuai standar terbaru.
Informasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas keterbukaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di BEI.
Analis IPOT memproyeksi IHSG bergerak volatile akibat konflik global. Kenaikan harga energi bisa menopang saham komoditas, namun risiko inflasi tetap tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari penataan portofolio bisnis di lingkungan grup tanpa mengubah pengendalian akhir entitas yang terlibat.
Berikut adalah rekomendasi saham untuk perdagangan hari Selasa, (23/2/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif sepekan terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan kapitalisasi pasar meningkat, menandakan optimisme pasar.
Pada sesi pertama perdagangan Kamis (19/2) IHSG sempat menguat, namun tekanan jual di sesi kedua membuat indeks kembali ditutup di zona negatif.
Selama tidak ada tekanan eksternal signifikan dari rilis risalah The Fed atau lonjakan yield AS, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka.
Momentum musiman dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk mengincar sektor-sektor yang cenderung mengalami peningkatan aktivitas dan konsumsi.