Aktivitas Terakhir Bupati Muara Enim Sebelum Terjaring OTT KPK, Sempat Pimpin Apel di Kantor
Dalam unggahan itu, Edison mengenakan seragam pakaian dinas harian (PDH). Apel ini dihadiri seluruh ASN dari setiap organisasi perangkat daerah Muara Enim.
Bupati Muara Enim Edison terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) bersama sembilan orang lain, Senin (8/6). Hingga kini belum diketahui kasus yang menjerat mereka.
Sebelum kena OTT, Bupati Muara Enim Edison masih sempat memimpin kegiatan apel di lapangan Pemkab Muara Enim, Senin (8/6) pagi. Hal ini diketahui dari unggahan akun Instagram @pemkab_muaraenim.
Dalam unggahan itu, Edison mengenakan seragam pakaian dinas harian (PDH). Apel ini dihadiri seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Muara Enim. Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pejabat Pemkab Muara Enim.
Sebelumnya, KPK menyegel ruang kerja Bupati Muara Enim, usai operasi tangkap tangan (OTT), Senin (8/6). KPK diketahui mengamankan sepuluh orang, termasuk Bupati Muara Enim Edison.
Selain ruang bupati, penyidik KPK juga menggeledah dan menyegel ruangan lain, yakni ruang kerja Asisten II Setda Muara Enim dan Dinas Pendidikan Muara Enim.
5 Ruangan Disegel KPK
Di Dinas Pendidikan Muara Enim, setidaknya ada lima ruangan yang disegel KPK. Yakni Ruang Perencanaan, Ruang Sekretaris Dinas, Keuangan, Sarana dan Prasarana, dan Ruang Kebudayaan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait OTT berikut penyegelan dan penggeledahan.
"Biarkan tim kami yang di lapangan bekerja dulu, dan nanti pada saatnya akan kami update informasinya," ungkap Jubir KPK Budi Prasetyo.
10 Orang Diterbangkan ke Jakarta
Dalam OTT ini, KPK mengamankan Bupati Muara Enim Edison dan sembilan orang lain di Jakarta dan Sumsel. Namun Budi belum menjelaskan kasus yang menjerat mereka.
"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta. Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya," kata Budi.