Danantara Ojol: Upaya Berkelanjutan Beri Dampak Sosial-Ekonomi dan Pangkas Komisi Pengemudi
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia terus mengevaluasi peluang untuk dampak sosial-ekonomi, termasuk langkah strategis dalam menurunkan komisi bagi pengemudi Danantara Ojol.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap beragam peluang investasi. Upaya ini bertujuan untuk melaksanakan mandatnya dalam memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia. Danantara menegaskan komitmennya untuk disiplin dalam menilai setiap kesempatan investasi.
Penilaian peluang didasarkan pada kesesuaian strategis, fundamental, profil risiko-pengembalian, serta penciptaan nilai jangka panjang. Hal ini sejalan dengan tahapan investasi yang telah ditetapkan oleh Danantara. Fokus utama adalah pada investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Salah satu langkah konkret yang menjadi sorotan adalah pembelian sebagian saham aplikator ojek online (ojol) oleh Danantara Indonesia. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk menurunkan potongan komisi kepada pengemudi ojol. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 untuk memangkas potongan pendapatan aplikator menjadi delapan persen.
Fokus Danantara pada Dampak Sosial-Ekonomi
Danantara Indonesia secara konsisten mengevaluasi berbagai kesempatan investasi yang ada di pasar. Evaluasi ini merupakan bagian integral dari mandat utama Danantara untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi bangsa. Tim Komunikasi Danantara Indonesia menegaskan komitmen ini dalam keterangannya di Jakarta.
Proses penilaian peluang investasi oleh Danantara dilakukan dengan sangat cermat dan disiplin. Kriteria utama meliputi kesesuaian strategis dengan visi negara, fundamental perusahaan yang kuat, serta analisis profil risiko dan pengembalian investasi. Danantara juga mempertimbangkan potensi penciptaan nilai jangka panjang dari setiap investasi.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap keputusan investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial. Lebih dari itu, investasi tersebut harus mampu memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Danantara berupaya agar setiap langkahnya selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Langkah Nyata Penurunan Komisi Pengemudi Ojol
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan adanya langkah signifikan terkait industri ojek online. Danantara Indonesia telah mengakuisisi sebagian saham dari beberapa aplikator ojol terkemuka di Indonesia. Akuisisi ini memiliki tujuan mulia, yaitu untuk mengurangi beban potongan komisi yang selama ini ditanggung oleh para pengemudi ojol.
Dasco menjelaskan bahwa target penurunan komisi aplikator adalah dari kisaran 10-20 persen menjadi hanya delapan persen. Dengan kepemilikan saham oleh pemerintah melalui Danantara, diharapkan sistem dan kebijakan internal aplikator dapat disesuaikan secara bertahap. Penyesuaian ini dipastikan akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan pengemudi.
Selain itu, Dasco juga memastikan bahwa organisasi-organisasi yang mewakili pengemudi ojol akan dilibatkan dalam perumusan kebijakan terkait. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari para pihak terkait. Pembahasan mengenai status hubungan kerja pengemudi dengan mitra aplikator juga masih dalam simulasi.
Dukungan Pemerintah Melalui Peraturan Presiden
Dukungan kuat terhadap upaya penurunan komisi pengemudi ojol datang langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Beliau telah secara resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Perpres ini secara spesifik mengatur pemangkasan potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojek daring.
Melalui Perpres tersebut, batas maksimal potongan komisi yang diperbolehkan adalah delapan persen. Presiden Prabowo secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap potongan komisi yang lebih tinggi dari angka tersebut. "Saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," ujar Presiden Prabowo, menunjukkan keberpihakan pada pengemudi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi pengemudi ojol. Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan pendapatan pengemudi dapat meningkat. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi eksploitasi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal.
Sumber: AntaraNews