Respons Grab Indonesia Usai Presiden Prabowo Sentil Aplikator Ojek Online soal Potongan
Grab Indonesia merespons sambutan Presiden Prabowo saat di acara May Day, Monas, Jumat (1/5/2026).
Grab Indonesia merespon serta menghormati sambutan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan May Day di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5).
Pidatonya itu terkait dengan setoran pengemudi ojek online (ojol) yang harus di bawah 10 persen.
"Grab Indonesia menghormati arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Hari Buruh hari ini," kata Chief Executive Officer, Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangannya, Jumat (1/5).
Ia menegaskan, sebagai mitra jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saat ini, kami masih menunggu penerbitan resmi Peraturan Presiden agar kami dapat meninjau dan mempelajari lebih lanjut detail dari arahan tersebut," tegasnya.
"Usulan struktur komisi ini merupakan perubahan mendasar terhadap cara platform digital berfungsi sebagai marketplace," sambungnya.
Pastikan Kolaborasi dengan Pemerintah
Pihaknya pun memastikan akan berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk berupaya mengimplementasikan perubahan ini.
Hal ini juga guna memastikan kebijakan tersebut dapat mencapai tujuannya dalam melindungi mitra pengemudi, sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen dan keberlanjutan industri.
"Sejak hari pertama hadir di Indonesia, Grab Indonesia telah mendampingi jutaan Mitra Pengemudi dan UMKM dalam mengembangkan ekonomi digital, serta mendukung penghidupan mereka beserta keluarga yang senantiasa menjadi prioritas kami," pungkasnya.
Ojol yang Kerja Keras
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, dirinya memberi perhatian terhadap kesejahteraan pengendara ojek online (ojol). Ia gusar soal potongan ke ojek online dari aplikator yang dinilai terlalu besar.
"Lu (ojol) yang keringet, dia (aplikator) yang dapat duit? Enak saja!" kata Prabowo saat menghadiri peringatan May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5).
Prabowo mencatat, setiap harinya ojol bekerja dengan keras hinga bertaruh raga di jalanan. Karena itu, demi terciptanya keuntungan yang layak, mereka pun meminta pemerintah menetapkan aturan pembatasan potongan terhadap aplikator.
"Ojol kerja keras, Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10 persen?" tanya Prabowo yang diamini para Ojol yang ikut dalam aksi May Day.
Mendengar hal itu, Prabowo justru tak setuju. Sebab dirinya ingin potongan itu lebih rendah dari 10 persen.
"Iya, saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia!" tegas dia.