Grab Hadirkan UMKM Coffeenatics, Perkenalkan Kopi Indonesia di WEF 2026
Grab Indonesia sukses membawa mitra UMKM Coffeenatics ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, untuk memperkenalkan cita rasa kopi Nusantara dan menegaskan potensi UMKM dalam ekonomi digital global.
Perusahaan teknologi terkemuka, Grab Indonesia, mengambil langkah signifikan dengan membawa salah satu mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggulannya, Coffeenatics, ke ajang bergengsi Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026. Acara yang berlangsung di Davos, Swiss, ini menjadi platform bagi Coffeenatics untuk menampilkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara di kancah internasional. Kehadiran ini tidak hanya memperkenalkan produk lokal, tetapi juga menunjukkan potensi besar UMKM Indonesia untuk bersaing secara global.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa partisipasi Coffeenatics di Paviliun Indonesia merupakan cerminan nyata dari kemampuan UMKM lokal untuk bertransformasi dan naik kelas. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Neneng menekankan pentingnya peran teknologi dan kemitraan dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM.
Langkah ini juga merupakan bagian dari konsistensi Grab dalam memperkenalkan potensi UMKM Indonesia ke panggung internasional. Inisiatif ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan sosial dan mendorong ekonomi digital yang inklusif. Melalui forum ini, Grab berupaya menunjukkan bagaimana ekonomi digital berbasis kemitraan dapat tumbuh secara inklusif, dengan UMKM sebagai bagian utama dari ekosistem.
UMKM Lokal Mendunia bersama Grab
Kehadiran Coffeenatics di WEF Davos 2026 menjadi bukti nyata bahwa UMKM Indonesia memiliki daya saing global. Coffeenatics, yang telah diakui sebagai Grab Bintang Lima Merchant, membawa kopi khas Tapanuli Selatan yang tidak hanya unggul dalam rasa tetapi juga mendukung konservasi orangutan Tapanuli. Partisipasi ini menegaskan visi Grab untuk mengangkat UMKM lokal ke level internasional, memberikan mereka kesempatan untuk terlibat dalam percakapan ekonomi dunia.
Neneng Goenadi menyoroti bagaimana teknologi dan kemitraan strategis dapat menjadi katalisator bagi UMKM. Ini memungkinkan mereka untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi pada ekonomi digital. Dukungan terhadap UMKM seperti Coffeenatics adalah bagian integral dari komitmen Grab untuk mewujudkan ekosistem digital yang adil dan merata.
Inisiatif ini juga selaras dengan agenda pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Fokus pada penguatan perlindungan sosial dan pengembangan ekonomi digital yang inklusif menjadi prioritas. Grab, melalui program-programnya, berusaha menerjemahkan komitmen ini menjadi tindakan nyata yang berdampak langsung bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.
Peran Teknologi dan Kolaborasi dalam Ekonomi Digital
Selain membawa Coffeenatics, Grab juga aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi panel di WEF Davos 2026. Neneng Goenadi tampil sebagai pembicara, membahas peran krusial teknologi dalam mendorong ekonomi digital. Diskusi ini juga menegaskan komitmen Grab dalam memperkuat keamanan dan keselamatan bagi pengguna di dalam ekosistemnya.
Neneng menjelaskan bahwa ekonomi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Pertumbuhan yang inklusif hanya dapat terwujud melalui infrastruktur yang kuat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ini mencakup pemerintah, pelaku usaha, dan platform digital.
Dengan fondasi tersebut, Grab berkomitmen untuk memberdayakan UMKM melalui berbagai akses. Ini termasuk akses permodalan, pemanfaatan teknologi terkini, dan edukasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan melalui Akses dan Edukasi
Upaya mendorong ekonomi yang menyeluruh menuntut pendekatan yang konsisten dan kolaboratif di seluruh ekosistem. Grab percaya bahwa perubahan ekonomi dimulai dari pelaku usaha di tingkat akar rumput. Ini diperkuat melalui sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, platform digital, dan pemangku kepentingan lainnya.
Grab berupaya menerjemahkan komitmen terhadap ekonomi inklusif ini ke dalam program-program nyata. Program-program tersebut dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi UMKM di berbagai daerah. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta mitra ekosistem lainnya.
Dengan dukungan penuh dari Grab, UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk mengadopsi teknologi dan memperluas jangkauan pasar mereka. Ini pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional. Langkah ini juga mendukung upaya Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam ekonomi digital global.
Sumber: AntaraNews