BPS Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Gresik
BPS Kabupaten Gresik mengerahkan 1.095 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 Gresik, sebuah pendataan ekonomi terbesar yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional dan daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik secara resmi mengerahkan 1.095 petugas lapangan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan berskala besar ini akan berlangsung di seluruh wilayah Kabupaten Gresik, dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BPS dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat dan komprehensif untuk kepentingan pembangunan.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 adalah pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali. Keberhasilan sensus ini tidak hanya bergantung pada desain metodologi atau teknologi canggih, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas kerja para petugas di lapangan. Dedikasi dan profesionalisme petugas menjadi kunci utama dalam pengumpulan data yang valid.
Para petugas yang telah dilepas secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, akan melakukan pendataan secara langsung atau door to door. Mereka akan mengunjungi berbagai jenis usaha di wilayah tugas masing-masing, dengan berpedoman pada standar operasional yang telah ditetapkan. Indriya Purwaningsih menekankan pentingnya penerapan materi pelatihan untuk memastikan akurasi data yang terkumpul dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengerahan Petugas dan Target Sensus Ekonomi 2026 Gresik
BPS Kabupaten Gresik telah menyiapkan 1.095 petugas lapangan yang terlatih untuk menjalankan tugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 Gresik. Ribuan petugas ini akan tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Gresik, memastikan tidak ada satu pun unit usaha yang terlewat dari pendataan. Periode pendataan yang ditetapkan adalah selama dua setengah bulan, mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026.
Metode pendataan yang digunakan adalah kunjungan langsung atau door to door ke setiap unit usaha nonpertanian. Indriya Purwaningsih menekankan bahwa kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme petugas di lapangan. Oleh karena itu, seluruh petugas diwajibkan menerapkan materi yang telah diperoleh selama pelatihan guna menjamin keakuratan dan validitas data.
Pelepasan petugas secara simbolis ditandai dengan penyematan rompi sensus kepada perwakilan petugas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman. Momen ini menandai dimulainya tahapan penting dalam upaya pengumpulan data ekonomi yang akan menjadi fondasi perencanaan pembangunan daerah.
Tujuan dan Manfaat Data Sensus Ekonomi 2026
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur, karakteristik, dan persebaran usaha nonpertanian di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Gresik. Data ini sangat krusial untuk memahami dinamika perekonomian suatu wilayah.
Hasil dari Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data dasar yang komprehensif mengenai profil dan karakteristik usaha di Indonesia. Informasi ini akan menjadi landasan utama bagi penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kebijakan yang tepat sasaran memerlukan data yang valid dan mutakhir sebagai dasar pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, data yang terkumpul dari sensus ini akan dimanfaatkan untuk penguatan investasi, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta perencanaan ekonomi jangka menengah maupun panjang. Dengan data yang akurat, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat merumuskan strategi yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Gresik dan seluruh Indonesia.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Keberhasilan
Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hal ini terlihat dari kehadiran dan partisipasi Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam acara pelepasan petugas. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan kegiatan pendataan berskala besar ini.
Indriya Purwaningsih dari BPS Gresik kembali mengingatkan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis metodologi dan teknologi, melainkan juga oleh kualitas kerja petugas. Setiap petugas diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan integritas, mengingat pentingnya data yang akan mereka kumpulkan.
Dengan sinergi antara BPS, pemerintah daerah, dan dedikasi para petugas, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 Gresik dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas tinggi. Data ini pada akhirnya akan berkontribusi signifikan terhadap perumusan kebijakan yang lebih baik dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik.
Sumber: AntaraNews