Pemkab Ponorogo Genjot PAD Lewat Optimalisasi Pariwisata, Grebeg Suro Jadi Andalan
Pemerintah Kabupaten Ponorogo berupaya keras meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pariwisata, dengan Grebeg Suro sebagai salah satu motor penggerak ekonomi utama.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sedang fokus mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai strategi utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai kegiatan berskala besar, seperti Grebeg Suro, menjadi andalan untuk mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil mengingat realisasi PAD hingga Mei 2026 masih jauh dari target yang diharapkan.
Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo, Sriyono, menyatakan komitmen untuk memaksimalkan upaya peningkatan PAD di sisa tahun anggaran semester kedua ini. Fokus pada optimalisasi pariwisata diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.
Hingga akhir Mei 2026, PAD Kabupaten Ponorogo baru mencapai Rp188 miliar dari target Rp528 miliar, atau sekitar 35,5 persen. Ini berarti Pemkab Ponorogo masih harus mengejar tambahan pendapatan sebesar Rp340 miliar hingga akhir tahun 2026.
Realisasi PAD dan Sumber Pendapatan Utama Ponorogo
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo menunjukkan tantangan signifikan hingga akhir Mei 2026. Dari target yang ambisius sebesar Rp528 miliar, pendapatan yang berhasil terkumpul baru mencapai Rp188 miliar. Angka ini merepresentasikan 35,5 persen dari total target, menyisakan pekerjaan rumah sebesar Rp340 miliar yang harus dikejar dalam beberapa bulan mendatang.
Catatan BPPKAD Ponorogo menunjukkan bahwa retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar PAD, dengan nilai sekitar Rp103 miliar. Kontribusi ini mengindikasikan potensi signifikan dari berbagai layanan dan fasilitas yang dikenakan retribusi oleh pemerintah daerah.
Di sisi lain, pendapatan dari sektor pajak daerah masih relatif rendah, baru sekitar Rp81 miliar. Sementara itu, Sriyono juga menyebutkan bahwa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seperti rumah sakit, menjadi penyumbang terbesar PAD, namun anggarannya kembali lagi ke rumah sakit tersebut untuk operasional.
Grebeg Suro sebagai Motor Penggerak Optimalisasi Pariwisata
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menaruh harapan besar pada sektor pariwisata untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui penyelenggaraan agenda berskala besar, Pemkab berupaya menarik lebih banyak wisatawan dan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Perayaan Grebeg Suro diidentifikasi sebagai salah satu momentum penting yang berpotensi signifikan meningkatkan penerimaan daerah. Sriyono menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan selama acara tersebut akan berdampak langsung pada sektor pajak dan retribusi daerah.
Ramainya restoran dan hotel selama periode Grebeg Suro secara otomatis akan meningkatkan penerimaan pajak daerah. Hal ini menunjukkan bagaimana event budaya dapat berfungsi sebagai katalisator ekonomi, menciptakan efek berantai positif bagi pendapatan pemerintah daerah.
Strategi Peningkatan PAD dan Potensi Kebijakan Baru
Selain fokus pada optimalisasi pariwisata, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga aktif memetakan sumber-sumber pendapatan baru yang dinilai masih potensial untuk digarap. Upaya ini dilakukan dengan prinsip tidak akan menambah beban masyarakat, memastikan keberlanjutan dan keadilan ekonomi.
Sriyono menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menggenjot sektor pendapatan lain yang selama ini belum tersentuh, namun tidak membebani masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Pemkab untuk mencari solusi inovatif dalam meningkatkan kas daerah tanpa merugikan warganya.
Target PAD tahun ini juga berpeluang mengalami perubahan signifikan. Hal ini disebabkan oleh kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang menyiapkan pembagian opsen pajak kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak pada struktur penerimaan pajak daerah di tingkat kabupaten/kota, termasuk Ponorogo.
Sumber: AntaraNews