Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Utara Indonesia: Pariwisata, Perdagangan, dan Jasa Jadi Prioritas
Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring menyoroti pentingnya menggarap serius Potensi Ekonomi Utara Indonesia di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa untuk kemajuan bangsa.
Ketua Fraksi PKS MPR RI, Tifatul Sembiring, menyerukan pentingnya pengembangan potensi "Ekonomi Utara" Indonesia secara lebih serius. Dorongan ini mencakup sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa di wilayah utara. Tifatul Sembiring menekankan bahwa perhatian pemerintah selama ini masih dominan bertumpu pada kawasan selatan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Minggu (14/6), berdasarkan keterangan yang diterima media. Ia berpendapat bahwa kemajuan ekonomi nasional akan terwujud jika kawasan utara digarap secara sungguh-sungguh. Wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua memiliki peran strategis dalam visi ini.
Pengembangan ini diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai peluang yang ada di Indonesia bagian utara. Hal ini termasuk posisi geografis yang menguntungkan serta kekayaan alam yang melimpah. Fokus pada "Ekonomi Utara" diharapkan mampu menciptakan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Memaksimalkan Posisi Geografis Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang utara Indonesia. Kedekatannya dengan Selat Malaka menjadikannya salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Lebih dari 95 persen kapal yang melintas dari Samudra Pasifik ke Atlantik melewati jalur vital ini. Potensi Ekonomi Utara Indonesia di sektor maritim sangat besar di sini.
Tifatul Sembiring menyoroti bagaimana Singapura selama ini lebih banyak mengambil keuntungan dari lalu lintas kapal tersebut. Arus peti kemas Singapura mencapai 41,12 juta TEU pada tahun 2024, bahkan naik menjadi 65 juta TEU setelah penutupan Selat Hormuz. Ini menunjukkan potensi besar yang belum tergarap maksimal di wilayah Indonesia, khususnya dalam konteks Ekonomi Utara.
Provinsi ini memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pelayanan sektor peti kemas, jasa pelabuhan, maupun pengisian bahan bakar kapal. Batam, yang hanya sekitar 40 menit dari Singapura, dan Karimun yang lebih dekat ke Selat Malaka, dapat berperan penting. Karimun, misalnya, bisa mengambil bagian dalam pengisian bahan bakar kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.
Mengembangkan Pariwisata dan Konektivitas Transportasi di Utara
Selain potensi maritim, kawasan utara Indonesia juga menyimpan keindahan alam yang luar biasa, tidak kalah dengan destinasi populer di selatan seperti Bali. Destinasi seperti Danau Toba, Sabang, dan pantai-pantai di Aceh menawarkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keindahan alam ini merupakan aset berharga untuk pengembangan pariwisata dalam kerangka Ekonomi Utara.
Tifatul menyebutkan beberapa lokasi lain seperti Danau Singkarak, Danau Maninjau, Bunaken, Raja Ampat, dan Maluku Utara yang memiliki pesona alam memukau. Jika koneksi transportasi di wilayah ini dibangun dengan baik, minat wisatawan untuk berkunjung akan meningkat tajam. Aksesibilitas yang mudah akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang signifikan.
Pengembangan infrastruktur transportasi yang memadai akan menjadi kunci utama dalam menarik lebih banyak pengunjung ke wilayah utara. Hal ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan jasa terkait. Dengan demikian, potensi Ekonomi Utara Indonesia dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Sumber: AntaraNews