Pariwisata Perkuat Ekonomi Nasional: Menpar Ungkap Kinerja Impresif Kuartal III 2025
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan sektor pariwisata perkuat ekonomi bangsa di kuartal III 2025, menjadi pilar utama penggerak ekonomi nasional yang patut dibanggakan.
Jakarta, 07 November – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja luar biasa pada kuartal III tahun 2025, memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan perekonomian nasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyoroti peran vital sektor ini dalam pertumbuhan ekonomi bangsa. Ia menyatakan bahwa pariwisata bukan hanya pendukung, tetapi pilar utama penggerak ekonomi yang tangguh.
Kinerja positif ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen pada kuartal III 2025. Capaian impresif ini didukung kuat oleh berbagai lapangan usaha yang secara langsung terkait dengan sektor pariwisata. Ini menunjukkan dampak luas dan mendalam dari aktivitas pariwisata terhadap berbagai lini ekonomi.
Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, "Empat sektor yang berhubungan langsung dengan pariwisata masuk dalam daftar dengan pertumbuhan tertinggi. Ini menegaskan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor pendukung, melainkan pilar utama penggerak ekonomi nasional." Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menggarisbawahi pentingnya pariwisata sebagai motor penggerak.
Kontribusi Signifikan Sektor Pariwisata terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04 persen pada kuartal III 2025 tidak lepas dari dorongan sektor pariwisata. Kinerja kuat ini tercermin pada empat sektor utama yang mengalami pertumbuhan tertinggi. Sektor-sektor ini secara langsung merasakan dampak positif dari peningkatan aktivitas pariwisata.
Empat sektor tersebut meliputi jasa perusahaan yang tumbuh 9,94 persen, terutama berkat peningkatan aktivitas biro perjalanan wisata. Kemudian, jasa hiburan dan rekreasi menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 9,92 persen. Sektor transportasi dan pergudangan juga meningkat 8,62 persen, seiring dengan lonjakan aktivitas udara, laut, dan darat. Terakhir, sektor akomodasi, makanan, dan minuman mencatat pertumbuhan 8,41 persen.
Angka-angka ini secara jelas menggambarkan bagaimana pariwisata perkuat ekonomi di berbagai lini. Peningkatan di sektor-sektor tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah. Hal ini membuktikan bahwa investasi dan pengembangan di sektor pariwisata memiliki efek domino yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan Daya Saing dan Optimisme Target Wisatawan
Selain kontribusi ekonomi yang nyata, daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga September 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) telah mencapai 11,43 juta kunjungan, menunjukkan pemulihan dan daya tarik yang kuat. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menembus angka fantastis 901,9 juta perjalanan, menandakan tingginya minat masyarakat lokal untuk berlibur di dalam negeri.
Melihat tren positif ini, Menteri Widiyanti mengungkapkan optimismenya terhadap pencapaian target akhir tahun. "Kami optimistis target 14,6–16 juta kunjungan wisman dan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dapat tercapai pada akhir 2025," ujarnya. Target ambisius ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap potensi besar pariwisata Indonesia.
Untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan capaian ini, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja”. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong masyarakat berwisata di destinasi domestik. Selain itu, rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) yang menampilkan festival-festival unggulan di berbagai daerah akan terus berlanjut hingga akhir tahun, menarik minat wisatawan lokal maupun internasional.
Diplomasi Ekonomi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Partisipasi Indonesia di ajang internasional seperti World Travel Market (WTM) London 2025 juga menjadi upaya strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi kreatif melalui pariwisata. Dengan mengusung tema global “Go Beyond Ordinary”, Indonesia menampilkan wajah baru pariwisata yang menonjolkan kualitas, keberlanjutan, dan kearifan lokal. Ini adalah langkah penting untuk mempromosikan kekayaan budaya dan alam Indonesia di mata dunia.
Menteri Widiyanti menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperluas dampak positif pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa sektor pariwisata akan terus menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya serta keindahan negeri sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan.
“Dengan semangat kolaborasi, kita ingin menjadikan pariwisata Indonesia sebagai simbol kemajuan, kebersamaan, dan daya saing bangsa di dunia,” kata Widiyanti. Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif di forum global akan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama industri pariwisata dunia. Melalui kerja sama yang adaptif dan inovatif, Indonesia akan terus memperkuat fondasi pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, memastikan pariwisata perkuat ekonomi secara jangka panjang.
Sumber: AntaraNews