Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah, Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengoptimalkan pasar domestik melalui penguatan perdagangan antardaerah demi ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara aktif mendorong penguatan perdagangan antardaerah sebagai strategi vital untuk memperkokoh ketahanan ekonomi nasional. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian dan gejolak perekonomian global yang berpotensi memengaruhi arus perdagangan dan investasi. Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan pentingnya optimalisasi pasar domestik melalui peningkatan konektivitas antarkabupaten.
Optimalisasi tersebut mencakup pemangkasan rantai pasok yang panjang serta percepatan hilirisasi komoditas unggulan yang berasal dari daerah. Menurut Bursah, perdagangan antardaerah harus menjadi kekuatan ekonomi nasional yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih merata.
Penguatan pasar domestik ini menjadi semakin krusial mengingat tekanan yang terus-menerus dihadapi perekonomian global. Oleh karena itu, daerah didorong untuk membangun jaringan ekonomi yang saling terhubung, mempertemukan wilayah surplus produksi dengan daerah yang membutuhkan pasokan.
Optimalisasi Pasar Domestik dan Konektivitas Ekonomi
Pemerintah kabupaten memiliki basis produksi pangan, pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas unggulan yang sangat potensial. Jika komoditas ini dihubungkan dengan pasar secara lebih terintegrasi, akan tercipta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pola perdagangan antardaerah yang terintegrasi ini tidak hanya memperlancar distribusi barang, tetapi juga menjaga ketersediaan komoditas pangan. Selain itu, strategi ini juga mendukung upaya pengendalian inflasi di berbagai daerah, yang merupakan salah satu indikator penting stabilitas ekonomi.
Apkasi terus memperkuat perannya sebagai mediator dalam perdagangan antardaerah, mempertemukan pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan calon investor. Tujuannya adalah agar kerja sama antardaerah dapat menghasilkan transaksi nyata dan investasi yang signifikan. Kekuatan ekonomi Indonesia, menurut Bursah, dimulai dari daerah, terutama kabupaten yang menjadi sentra produksi strategis.
Pentingnya Hilirisasi untuk Nilai Tambah Daerah
Penguatan ekonomi di tingkat kabupaten juga harus diarahkan pada hilirisasi komoditas. Hilirisasi memungkinkan daerah penghasil untuk memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari komoditas yang mereka produksi, dibandingkan hanya menjual bahan mentah.
Pembangunan ekonomi daerah tidak dapat terus bergantung pada sektor ekstraktif atau pola perdagangan komoditas mentah tanpa pengolahan. Industri pengolahan perlu tumbuh lebih dekat dengan sentra produksi untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kabupaten.
Bursah Zarnubi, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat, mencontohkan potensi kopi di Kabupaten Lahat dengan produksi sekitar 300.000 ton per tahun. Potensi besar ini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui industri hilir. Jika komoditas diolah di daerah asal, nilai tambahnya akan tetap di daerah, memberikan pekerjaan bagi masyarakat, menumbuhkan usaha baru, dan memperkuat ekonomi kabupaten.
Peran Apkasi dalam Memperkuat Jaringan Perdagangan
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa penguatan perdagangan antardaerah dilakukan melalui konsep supply meeting demand. Konsep ini bertujuan mempertemukan langsung potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar dan pelaku usaha.
Beberapa kabupaten memiliki komoditas unggulan yang berpotensi diperluas pasarnya, antara lain beras, kelapa dalam, dan udang dari Kabupaten Banyuasin, jagung dari Kabupaten Gorontalo, serta bawang merah dari Kabupaten Brebes. Kabupaten Deli Serdang juga memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai wilayah penyangga Kota Medan.
Upaya mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan pasar ini salah satunya diwujudkan melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026. Acara yang diselenggarakan bersama Kadin Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ini menghasilkan sejumlah kesepakatan perdagangan antardaerah. Contohnya adalah kerja sama Deli Serdang dan Simalungun untuk mendukung pengendalian inflasi, serta kerja sama Simalungun dan Langkat guna meningkatkan perdagangan regional.
Kolaborasi dengan dunia usaha juga terjalin melalui kesepakatan perdagangan komoditas bawang merah antara pelaku usaha dari Sumatera Utara dan Kabupaten Brebes. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat distribusi pangan dan memperpendek rantai pasok. Dalam forum tersebut, pemerintah kabupaten dipertemukan dengan pelaku usaha nasional untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama bisnis, mempercepat pemasaran serta hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Sumber: AntaraNews