Pemkab Nabire Perkuat Afirmasi Pendidikan Suku Auye, Wujudkan SDM Unggul
Pemerintah Kabupaten Nabire fokus pada afirmasi pendidikan bagi anak-anak Suku Auye untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan akses layanan dasar yang selama ini sulit dijangkau.
Pemerintah Kabupaten Nabire di Papua Tengah terus memperkuat pemberdayaan anak Suku Auye melalui program afirmasi pendidikan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) komunitas adat yang selama ini sulit menjangkau layanan dasar. Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan komitmen ini saat peresmian Asrama Anak Auye pada Sabtu, 4 Juli.
Fokus pemberdayaan Suku Auye ini telah menjadi prioritas sejak Bupati Magai menjabat pada periode pertama tahun 2021. Suku Auye dikenal sebagai suku terasing di Nabire karena pola hidup nomaden atau berpindah-pindah. Hal ini menyulitkan mereka mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang memadai.
Berbeda dengan enam suku pesisir dan satu suku pegunungan lainnya di Nabire, masyarakat Auye menghadapi tantangan unik dalam pengembangan SDM. Upaya afirmasi pendidikan diharapkan dapat mengubah kondisi ini. Langkah konkret telah diambil untuk memastikan anak-anak Suku Auye memiliki kesempatan yang sama.
Tantangan dan Komitmen Pemberdayaan Suku Auye
Kabupaten Nabire memiliki delapan suku asli, dengan Suku Auye dan Suku Mee sebagai dua suku pegunungan. Pola hidup nomaden Suku Auye secara historis menghambat akses mereka terhadap pendidikan formal. Akibatnya, perkembangan SDM mereka tertinggal dibandingkan suku lain yang telah banyak menduduki posisi pemerintahan.
Bupati Mesak Magai mengungkapkan bahwa hingga saat ini, baru tiga anak Suku Auye yang menempuh pendidikan tinggi. Satu di antaranya telah lulus sarjana dan melanjutkan S2, sementara dua lainnya sedang menyelesaikan studi. Kondisi ini menjadi pendorong utama bagi Pemkab Nabire untuk mempercepat program afirmasi.
Komitmen Pemkab Nabire diwujudkan melalui pembangunan asrama pelajar dan penyediaan fasilitas penunjang. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja bagi lulusan dari Suku Auye. Langkah-langkah ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang untuk mengangkat harkat dan martabat Suku Auye.
Peran Pembinaan dan Dampak Positif Asrama Pendidikan
Perubahan perilaku Suku Auye dari nomaden menjadi menetap tidak terlepas dari peran Pendeta Sir John Chr Bani. Selama 22 tahun, Pendeta Bani mengabdikan diri membina masyarakat Suku Auye, membimbing mereka untuk memiliki kampung sendiri. Pembinaan ini memungkinkan warga teridentifikasi dan anak-anak dapat bersekolah secara teratur.
Pemkab Nabire memberikan dukungan penuh kepada Pendeta John Bani dalam pembangunan asrama anak Auye. Asrama ini menjadi bagian dari program afirmasi otonomi khusus bagi masyarakat adat. Saat ini, asrama tersebut menampung 20 anak Suku Auye, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Di asrama, anak-anak tidak hanya mendapatkan akses pendidikan formal di Kota Nabire, tetapi juga dibina karakter, iman, etika, dan moral. Pendeta Bani menekankan pentingnya pendidikan komprehensif ini sebagai bekal kehidupan di masa depan. Upaya ini diharapkan melahirkan generasi Auye yang mampu membangun masyarakatnya sendiri.
Masa Depan dan Harapan untuk Generasi Auye
Ke depan, Pemkab Nabire berencana mengembangkan fasilitas asrama lebih lanjut, termasuk menyediakan bus sekolah. Bus ini akan berfungsi mengantar dan menjemput anak-anak Auye ke sekolah, memastikan mereka mendapatkan pendidikan tanpa hambatan transportasi. Inisiatif ini menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah.
Selain itu, Pemkab Nabire juga memberikan kesempatan kerja bagi lulusan Suku Auye. Dua sarjana Suku Auye akan menjadi guru kontrak setelah lulus, termasuk perempuan pertama dari suku tersebut yang menempuh pendidikan tinggi. Pemberian kesempatan kerja ini diharapkan memotivasi generasi muda lainnya untuk mengejar pendidikan.
Bupati Mesak Magai berharap semakin banyak generasi muda Auye yang memperoleh pendidikan. "Hanya pendidikan yang bisa mengubah kehidupan seseorang," ujarnya. Ia menambahkan bahwa untuk mewujudkan 'Papua Cerdas dan Nabire Cerdas,' langkah awal adalah menyiapkan sarana pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sumber: AntaraNews