Tim Berantas Judi Online Desak Transparansi Platform, Pakar Ungkap Modus Baru Promosi
Pakar keamanan siber menyoroti peran krusial platform digital dalam memberantas judi online, mendesak Tim Berantas Judi Online untuk menegaskan transparansi moderasi konten guna mengatasi modus promosi baru yang kian marak.
Penyebaran konten judi online (judol) semakin meresahkan, terutama dengan munculnya modus baru promosi melalui komentar di media sosial. Fenomena ini mendorong pemerintah untuk membentuk tim khusus guna memberantas praktik ilegal tersebut.
Tim pemberantasan judi online, yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama platform digital, kini memiliki tugas penting untuk memastikan transparansi sistem moderasi konten. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanggulangan penyebaran judol di ruang digital.
Menurut Alfons Tanujaya, seorang Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, platform digital memegang peranan kunci karena memiliki data dan kemampuan teknis untuk mendeteksi serta mengatasi penyebar konten judi online. Ini menjadi fokus utama dalam strategi pemberantasan.
Peran Penting Platform Digital dalam Pemberantasan Judi Online
Alfons Tanujaya menegaskan bahwa meskipun banyak pihak bertanggung jawab, titik ungkit terbesar dalam pemberantasan judi online ada pada platform digital. Platform ini menyediakan panggung bagi para pelaku, memiliki data pengguna, dan kemampuan teknis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Platform digital sebenarnya memiliki semua akses terkait pemilik akun, mulai dari data akses IP hingga email atau identitas di balik akun tersebut. Informasi ini sangat krusial untuk melacak dan mengidentifikasi penyebar konten judi online.
Kemampuan teknis platform untuk memoderasi konten dan mendeteksi anomali menjadi aset tak ternilai. Namun, efektivitas moderasi ini perlu ditingkatkan dan diawasi secara ketat oleh tim pemberantasan.
Modus Baru Promosi Judi Online dan Kerentanan Platform
Pemerintah baru-baru ini menemukan modus penyebaran konten judi online yang makin marak, yaitu melalui promosi di komentar-komentar media sosial, khususnya pada konten yang populer atau viral. Modus ini memanfaatkan interaksi tinggi pada unggahan tersebut.
Alfons menyebutkan bahwa pelaku mempromosikan judol dengan memanfaatkan kerentanan platform digital dalam pembuatan akun baru. Akun-akun ini hanya membutuhkan email, memungkinkan pembuatan akun secara massal dan cepat.
Selain itu, tidak sedikit akun organik yang disalahgunakan karena menjadi korban phishing oleh pelaku kejahatan. Akun-akun ini kemudian digunakan untuk membanjiri kolom komentar dengan pesan promosi judi online.
Pelaku menggunakan bot melalui platform API atau browser otomatis dengan blok IP yang diputar untuk mengelabui pembatasan komentar. Metode ini membuat platform kesulitan mendeteksi dan memblokir aktivitas spam secara efektif.
Desakan Transparansi dan Koordinasi Pemerintah-Platform
Maka dari itu, Pemerintah Indonesia melalui tim khusus pemberantasan judi online harus lebih tegas kepada platform digital. Tujuannya adalah agar platform dapat menyediakan transparansi data, mempermudah koordinasi pemerintah dalam memburu pelaku di balik layar judol.
Alfons Tanujaya menyarankan agar tim meminta transparansi dari platform mengenai efektivitas moderasi konten mereka. Platform juga diharapkan memberikan laporan rutin yang berisi bukti dari moderasi dan kinerja mereka.
Langkah ini harus dibarengi dengan penutupan akun-akun sumber dana dari para pelaku judi online. Dengan berjalan beriringan, pemberantasan judi online diharapkan bisa tercapai secara nasional.
Sebelumnya, pada Selasa (30/6), Kemkomdigi bersama Meta, perusahaan yang menaungi Instagram dan Facebook, telah membentuk tim untuk mencegah penyebaran konten judol, terutama melalui spam komentar. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa Kemkomdigi tidak hanya melibatkan Meta, tetapi juga akan menggandeng berbagai platform digital lain untuk membentuk tim bersama.
Sumber: AntaraNews