Bulog Sumut Salurkan Bantuan Pangan, 1,16 Juta Penerima Manfaat Terjangkau
Perum Bulog Sumut telah menyalurkan Bantuan Pangan Bulog Sumut kepada lebih dari satu juta penerima manfaat, menargetkan percepatan distribusi untuk mengendalikan inflasi daerah.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) secara aktif menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di wilayahnya. Bantuan ini berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng merek Minyakita, ditujukan untuk meringankan beban ekonomi penerima manfaat. Hingga saat ini, penyaluran telah menjangkau sekitar 1,16 juta orang.
Program Bantuan Pangan Bulog Sumut ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga. Penyaluran ini telah mencapai 66,04 persen dari total target 1.756.846 penerima manfaat di Sumut. Alokasi bantuan ini khusus untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan demi mempercepat proses distribusi bantuan pangan. Budi berharap seluruh penyaluran dapat selesai hingga akhir Juli 2026.
Capaian dan Target Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Sumut
Perum Bulog Sumut telah berhasil menyalurkan Bantuan Pangan Bulog Sumut kepada 1.160.193 penerima manfaat. Jumlah ini mencakup 23.203 ton beras dan 4.640.702 liter Minyakita. Angka tersebut merupakan alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Budi Cahyanto menjelaskan bahwa capaian penyaluran bantuan pangan ini telah mencapai 66,04 persen. Total penerima manfaat yang ditargetkan di Sumut adalah 1.756.846 orang. Bulog optimistis dapat menyelesaikan seluruh proses distribusi dalam waktu dekat.
Target penyelesaian penyaluran di tingkat kelurahan dan desa di seluruh Sumut adalah Senin, 22 Juni. Sementara itu, untuk keseluruhan wilayah, Bulog menargetkan penyelesaian hingga akhir Juli 2026. Sejauh ini, tidak ada kendala berarti yang menghambat proses penyaluran bantuan pangan tersebut.
Bulog terus berupaya melakukan percepatan distribusi, terutama di beberapa kabupaten. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memastikan bantuan sampai kepada yang berhak tepat waktu.
Strategi Percepatan dan Dampak Bantuan Pangan Bulog Sumut
Dalam rangka mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Bulog Sumut, Bulog terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah. Sinergi ini krusial untuk memastikan efisiensi dan jangkauan distribusi yang maksimal. Koordinasi yang baik antara Bulog dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini.
Fokus percepatan penyaluran saat ini diarahkan ke Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kabupaten Batu Bara. Daerah-daerah ini menjadi prioritas agar bantuan dapat segera diterima masyarakat. Upaya ini menunjukkan perhatian Bulog terhadap pemerataan distribusi.
Bantuan pangan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, TPID berperan penting dalam mengendalikan inflasi pangan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan tekanan inflasi dapat berkurang.
Jumlah penerima Bantuan Pangan Bulog Sumut pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode Oktober hingga November 2025 yang tercatat sebanyak 844.696 penerima manfaat. Peningkatan ini mencerminkan perluasan cakupan program.
Kesiapan Logistik Bulog Sumut untuk Distribusi Pangan
Untuk memenuhi seluruh alokasi Bantuan Pangan Bulog Sumut, Perum Bulog telah menyiapkan logistik yang memadai. Sekitar 35.000 ton beras telah disiapkan untuk didistribusikan. Selain itu, tujuh juta liter minyak goreng merek Minyakita juga tersedia untuk program ini.
Kesiapan stok ini memastikan bahwa Bulog memiliki kapasitas yang cukup untuk menjangkau seluruh target penerima manfaat. Ketersediaan pangan yang memadai menjadi fondasi utama keberhasilan program bantuan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.
Peningkatan jumlah penerima manfaat pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan skala program yang lebih besar. Pada tahun 2025, tercatat 844.696 penerima manfaat, sedangkan untuk tahun 2026 targetnya mencapai 1.756.846 penerima. Hal ini membutuhkan perencanaan logistik yang matang.
Bulog terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sumut. Melalui program bantuan pangan ini, Bulog berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan daerah. Upaya ini sejalan dengan mandat Bulog sebagai stabilisator pangan nasional.
Sumber: AntaraNews