Pemkot Bengkulu Siagakan Puluhan Petugas untuk Pengelolaan Sampah Festival Tabut 2026
Antisipasi penumpukan limbah, Pemerintah Kota Bengkulu menyiagakan puluhan petugas kebersihan guna memastikan Pengelolaan Sampah Festival Tabut 2026 berjalan optimal di Pantai Panjang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, telah menyiagakan puluhan petugas kebersihan di lokasi Festival Tabut 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah kemasan yang dapat merusak estetika acara budaya tersebut. Festival Tabut sendiri merupakan acara tahunan yang menarik ribuan pengunjung ke Kota Bengkulu.
Volume sampah selama pelaksanaan Festival Tabut 2026 di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, diperkirakan bisa mencapai puluhan ton hingga akhir acara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin, menjelaskan bahwa dalam kurun waktu sehari saja, volume sampah yang dievakuasi dari pusat festival berkisar antara lima sampai enam ton. Sampah ini didominasi oleh limbah plastik dan sisa makanan, yang memerlukan penanganan khusus.
Untuk mengatasi tantangan ini, puluhan personel kebersihan akan melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah secara rutin. Selain itu, sejumlah kontainer sampah berukuran besar juga telah dipasang di titik-titik krusial yang padat pengunjung. Pengelolaan sampah yang terstruktur ini bertujuan agar pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berjalan rutin setiap hari, menjaga kebersihan dan kenyamanan area festival.
Volume Sampah dan Tantangan Kebersihan Festival Tabut
Festival Tabut, sebagai salah satu ikon budaya Provinsi Bengkulu, menarik perhatian banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan jumlah pengunjung ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan volume sampah yang dihasilkan. Estimasi puluhan ton sampah hingga akhir acara menunjukkan skala tantangan kebersihan yang harus dihadapi Pemkot Bengkulu.
Data harian menunjukkan bahwa lima hingga enam ton sampah dievakuasi setiap hari dari area festival. Mayoritas sampah ini terdiri dari limbah plastik dan sisa makanan, jenis sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai dan dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kondisi ini memerlukan strategi pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Tanpa penanganan yang sigap, penumpukan sampah dapat mengurangi daya tarik wisata Festival Tabut dan merusak citra kebersihan Kota Bengkulu. Oleh karena itu, upaya serius dari Pemkot Bengkulu melalui DLH Kota Bengkulu menjadi krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan pengunjung selama perhelatan akbar ini.
Strategi Pemkot Bengkulu dalam Penanganan Sampah
Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu telah menerapkan strategi komprehensif untuk Pengelolaan Sampah Festival Tabut 2026. Puluhan personel kebersihan disiagakan untuk menyapu jalan dan mengumpulkan sampah di seluruh area festival. Penempatan mereka memastikan respons cepat terhadap akumulasi sampah di berbagai titik keramaian.
Selain penempatan personel, sejumlah kontainer sampah berukuran besar juga ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau pengunjung. Hal ini mempermudah masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sekaligus meminimalkan tumpukan sampah di area publik. Penempatan kontainer ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga kebersihan.
Proses pembersihan total di kawasan festival digencarkan pada dini hari hingga pagi hari, tepat setelah aktivitas kunjungan mulai melandai. Armada truk pengangkut sampah langsung bergerak mengangkut sampah setiap pagi hari menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul. Sistem ini dirancang agar kawasan Festival Tabut tetap bersih, segar, dan nyaman setiap harinya.
Peran Serta Masyarakat dan Komitmen Pengelolaan Berkelanjutan
Pemkot Bengkulu tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, wisatawan, dan asosiasi pedagang kreatif untuk ikut berpartisipasi aktif. Disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan adalah kunci utama dalam menjaga keasrian lingkungan Festival Tabut. Partisipasi kolektif akan sangat membantu keberhasilan program kebersihan ini.
Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, memastikan bahwa manajemen pengelolaan sampah insidental ini akan terus melekat secara ketat hingga penutupan resmi Festival Tabut pada akhir Juni 2026. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Seluruh muatan sampah yang berhasil dikumpulkan dari area festival langsung diangkut menggunakan armada truk menuju TPA Air Sebakul. Upaya terkoordinasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan festival yang bersih, sehat, dan menyenangkan bagi semua pihak. Dengan demikian, Festival Tabut 2026 dapat berjalan sukses tanpa meninggalkan masalah sampah yang berarti.
Sumber: AntaraNews