Kemenekraf Perkuat Gerakan Wisata Bersih untuk Pariwisata Berkelanjutan Indonesia
Kemenekraf terus memperkuat Gerakan Wisata Bersih di seluruh destinasi Indonesia, upaya ini bertujuan memajukan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan serta lingkungan.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenekraf terus mengintensifkan implementasi program Gerakan Wisata Bersih (GWB) di berbagai destinasi wisata di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya Kemenekraf untuk memajukan pariwisata berkelanjutan di tanah air. Penguatan gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kemenekraf menyatakan bahwa Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar program sementara, melainkan sebuah budaya bersama yang mendukung kualitas pengalaman wisatawan. Selain itu, gerakan ini juga bertujuan untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Informasi ini disampaikan Kemenekraf kepada ANTARA pada Sabtu (13 Juni).
Diluncurkan pada tahun 2025, Gerakan Wisata Bersih adalah kampanye nasional yang berfokus pada peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat praktik pengelolaan sampah di destinasi wisata, termasuk di Bali, melalui kolaborasi erat antara lembaga pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal.
Fokus dan Implementasi Gerakan Wisata Bersih
Program Gerakan Wisata Bersih mempromosikan berbagai inisiatif kunci untuk mencapai tujuannya. Ini termasuk peningkatan pengelolaan sampah yang lebih baik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di area wisata, serta penyediaan fasilitas kebersihan yang memadai di seluruh destinasi. Selain itu, gerakan ini juga berupaya meningkatkan kesadaran di kalangan wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat lokal untuk mempraktikkan pariwisata yang bertanggung jawab.
Dukungan terhadap gerakan ini diperkuat melalui tata kelola destinasi dan manajemen pengunjung yang lebih baik. Kemenekraf juga gencar melakukan kampanye edukasi dan perubahan perilaku, serta pelatihan pengelolaan sampah bagi sumber daya manusia pariwisata. Implementasi prinsip-prinsip Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Destinations) sesuai Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 menjadi landasan utama.
Dengan demikian, kebersihan di destinasi wisata diharapkan tidak hanya menjadi program insidental. Sebaliknya, kebersihan harus menjadi budaya bersama yang secara konsisten mendukung kualitas pengalaman wisatawan. Ini juga krusial untuk keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi.
Peran Pemerintah Daerah dan Keterkaitan dengan Program Nasional
Kemenekraf meyakini bahwa pemerintah daerah memiliki pemahaman terbaik mengenai karakteristik unik, potensi, dan tantangan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, partisipasi aktif pemerintah daerah dianggap esensial untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dan kesuksesan Gerakan Wisata Bersih. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencapai tujuan bersama.
Gerakan Wisata Bersih ini kini selaras dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Bersih, dan Indah (ASRI) yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026. Keterkaitan ini menunjukkan sinergi antara program Kemenekraf dengan visi nasional yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dan terkoordinasi di seluruh Indonesia.
Ke depan, Kemenekraf akan terus mempromosikan kebersihan di destinasi wisata sebagai tanggung jawab bersama. Tanggung jawab ini melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Kebersihan juga akan diposisikan sebagai prioritas strategis yang memengaruhi daya saing Indonesia di pasar pariwisata global.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Selain Gerakan Wisata Bersih, Kemenekraf juga terus mempromosikan berbagai program Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development/STDev). Program-program ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan pariwisata yang bertanggung jawab dan berjangka panjang. Inisiatif ini mencakup enam program unggulan yang saling mendukung.
Enam program unggulan STDev tersebut meliputi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Destination/STD), Observatorium Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Observatory/STO), dan Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Certification/STC). Selain itu, ada juga Industri Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Industry/STI), Pemasaran Berkelanjutan & Bertanggung Jawab (Sustainable & Responsible Marketing/SRM), serta Manajemen Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Management/STM).
Gerakan Wisata Bersih yang diluncurkan pada tahun 2025 ini merupakan kampanye nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran. Gerakan ini juga mendorong perubahan perilaku dan memperkuat praktik pengelolaan sampah di seluruh destinasi wisata Indonesia. Melalui berbagai program ini, Kemenekraf berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang bersih, lestari, dan berdaya saing global.
Sumber: AntaraNews