Ribuan Wisatawan Padati Pawai Pembukaan Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Budaya Jadi Daya Tarik Utama

Ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, memadati pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, menegaskan bahwa kekayaan budaya Bali menjadi daya tarik utama pariwisata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Wisatawan Padati Pawai Pembukaan Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Budaya Jadi Daya Tarik Utama
Ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, memadati pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, menegaskan bahwa kekayaan budaya Bali menjadi daya tarik utama pariwisata. (AntaraNews)

Denpasar, 13 Juni – Ribuan wisatawan memadati Peed Aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Denpasar. Acara tahunan ini kembali membuktikan bahwa kekayaan budaya Bali menjadi daya tarik utama bagi para pelancong dari berbagai belahan dunia. Suasana antusiasme terpancar jelas dari para pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kemegahan festival ini.

Para wisatawan ini sengaja datang jauh-jauh untuk menikmati pengalaman budaya yang unik dan otentik yang ditawarkan oleh Pulau Dewata. Mereka meyakini bahwa festival semacam ini adalah jantung pariwisata Bali yang harus terus dilestarikan. Kehadiran mereka menunjukkan betapa kuatnya magnet budaya dalam menarik minat kunjungan.

Salah satu wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria, Judith (37), mengaku sangat terkesan dengan tradisi Bali yang disuguhkan. Tidak hanya itu, wisatawan domestik seperti Rita Rahmawati (32) dari Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menjadikan budaya sebagai alasan utama berlibur bersama keluarganya ke Bali.

Antusiasme Wisatawan di Pesta Kesenian Bali

Judith, wisman asal Austria, sengaja berangkat sejak siang hari dari Mengwi, Kabupaten Badung, untuk mendapatkan tempat menonton yang strategis. Ia mengungkapkan kegembiraannya dapat menikmati festival budaya ini sebelum kembali ke Kota Wina, setelah mendengar cerita menarik dari seorang teman. “Sangat bagus bahwa Bali memiliki semua tradisi ini, saya harap agar festival budaya tetap dipertahankan karena ini jadi daya tarik utama pariwisata juga saya kira,” kata Judith.

Meskipun cuaca panas, Judith merasa pengalaman menonton pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali ini sangat spektakuler. Ia terpesona dengan kostum, musik, dan atraksi yang disajikan, yang dianggapnya sangat asing namun keren dan istimewa. Pengalamannya ini menunjukkan daya pikat unik dari kebudayaan Bali.

Tidak hanya Judith, Rita Rahmawati dari NTT juga merencanakan liburan keluarganya ke Bali bertepatan dengan PKB. Dengan waktu berlibur selama sepekan, Rita berencana untuk menonton rangkaian Pesta Kesenian Bali di Taman Budaya Art Center. Hal ini menggarisbawahi bagaimana acara budaya menjadi penentu destinasi wisata bagi banyak keluarga.

Kemeriahan Pawai Pembukaan PKB XLVIII

Pawai pembukaan PKB 2026 disambut ribuan pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon sejak pukul 14.00 Wita. Prosesi menepak kulkul mengawali kemeriahan, diikuti garapan kolaboratif Komunitas Seni Usadhi Langu bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa pawai pembukaan ini melibatkan 10 tim perwakilan kabupaten/kota se-Bali dan ISI Bali. Sebanyak 3.430 seniman bergerak dan beratraksi sesuai tema yang diusung.

Tema Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 adalah “Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha”. Tema ini memiliki makna penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis. Pemilihan tema ini mencerminkan filosofi mendalam di balik perayaan budaya tersebut.

Makna dan Harapan di Balik Pesta Kesenian Bali

Ida Bagus Alit Suryana menjelaskan bahwa tema “Atma Kerthi” mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai warisan leluhur Bali. Nilai-nilai tersebut meliputi gotong royong, saling menghormati, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Ini adalah inti dari kearifan lokal Bali yang diangkat dalam festival.

Melalui tema tersebut, PKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya semata. Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi ruang penguatan identitas budaya Bali. Selain itu, PKB juga berfungsi sebagai sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda, memastikan keberlanjutan tradisi.

Pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026 turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya adalah Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian dan pengembangan budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi