Puluhan ribu pelari membanjiri Jakarta pada hari kedua gelaran Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 yang berlangsung Minggu. Acara lari berskala internasional ini sukses menarik perhatian masyarakat luas dari berbagai penjuru dunia. Kegiatan ini dimulai dari Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengungkapkan bahwa total 45.000 peserta turut serta dalam ajang bergengsi ini. Jumlah peserta asing mencapai 1.012 orang, menandakan daya tarik global dari Jakim 2026. Event ini mempertandingkan dua kategori utama, yaitu half marathon dan marathon, yang keduanya diminati banyak pelari.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai penyelenggara utama Jakim 2026. Erick Thohir menilai acara ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat. Namun juga menjadi pendorong signifikan bagi sektor sport tourism dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Tinggi Peserta Jakim 2026 dari Berbagai Negara
Gelaran Jakim 2026 berhasil menarik partisipasi luar biasa dari puluhan ribu pelari, baik dari dalam maupun luar negeri. Total 45.000 peserta terdaftar, dengan kategori half marathon menjadi yang paling diminati dengan 16.400 pelari. Sementara itu, kategori marathon diikuti oleh 8.600 peserta.
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menegaskan besarnya skala acara ini. "Pesertanya 45.000, paling banyak half marathon. Tadi maraton ini maraton terbesar, ada 8.200. Asingnya ada 1.012. Jadi ini kita angkanya luar biasa besar," kata Nixon. Kehadiran 1.012 pelari asing dari 52 negara menunjukkan Jakim 2026 memiliki daya tarik internasional yang kuat.
Dampak positif dari Jakim 2026 juga terasa pada sektor pariwisata dan perhotelan di Jakarta. Hampir mayoritas okupansi hotel di kawasan Sudirman, Senayan, hingga Thamrin dilaporkan penuh. Hal ini disebabkan oleh banyaknya peserta yang memesan akomodasi untuk mengikuti atau menyaksikan event lari ini.
Advertisement
Nixon menambahkan bahwa fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa acara olahraga berskala besar mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan. Keterlibatan peserta dari berbagai negara juga memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism global.
Advertisement
Jakim 2026 sebagai Katalisator Ekonomi dan Pariwisata
Menpora Erick Thohir secara terpisah menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Jakim 2026. Ia memuji langkah Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai inisiator acara ini yang dinilai sangat strategis. Menurut Erick, event seperti ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat melalui olahraga.
Selain aspek kesehatan, Erick Thohir juga menyoroti potensi ekonomi yang dihasilkan dari Jakim 2026. "Ini juga bagian dari buka jalan pertumbuhan ekonomi, ya, dengan ada ini kan sport tourism, sport industry bisa berkembang gitu. 45.000 bukan jumlah yang kecil, ya. Dan ini secara ekonomi luar biasa," imbuh Erick.
Penyelenggaraan Jakim 2026 membuktikan bahwa event olahraga tidak hanya sekadar kompetisi. Namun juga merupakan platform vital untuk mengembangkan sport tourism dan industri olahraga. Dengan puluhan ribu peserta dan ribuan di antaranya berasal dari luar negeri, perputaran ekonomi yang terjadi sangatlah besar.
Advertisement
Inisiatif seperti Jakim 2026 diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Hal ini akan terus memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di ibu kota.
Sumber: AntaraNews