DLH Mataram Siapkan 1.250 Kantong Sampah untuk Penanganan Sampah Takbiran Idul Fitri 2026
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mendistribusikan 1.250 kantong sampah sebagai upaya proaktif dalam Penanganan Sampah Takbiran Idul Fitri 1447 H/2026, memastikan kebersihan kota tetap terjaga. Pembagian ini diharapkan dapat meningkatkan partisipa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah antisipatif menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Sebanyak 1.250 lembar kantong plastik sampah telah disiapkan untuk mengakomodasi potensi lonjakan sampah saat pelaksanaan pawai takbiran. Inisiatif ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kota selama dan setelah kegiatan berlangsung.
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa pembagian kantong sampah ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan limbah. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dari tumpukan sampah pasca-pawai takbiran. Langkah proaktif ini juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat di Mataram.
Pembagian kantong sampah ini menjadi prioritas mengingat volume sampah yang diprediksi akan meningkat signifikan. DLH Mataram berkomitmen untuk memastikan ruas jalan dan area publik tetap bersih. Hal ini agar masyarakat dapat lebih nyaman saat berangkat menuju lokasi salat Idul Fitri pada pagi harinya.
Strategi Distribusi Kantong Sampah untuk Kebersihan Kota
Sebanyak 1.250 lembar kantong plastik sampah didistribusikan secara strategis ke enam kecamatan se-Kota Mataram. Dari jumlah tersebut, 500 lembar dialokasikan untuk dibagikan kepada para ketua remaja masjid dari masing-masing kafilah peserta pawai takbiran. DLH Mataram berharap para kafilah dapat berpartisipasi aktif menghimpun sampah di sekitar dan sepanjang rute pawai yang mereka lalui.
Selain remaja masjid, kantong plastik sampah juga disalurkan kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang akan berjualan di sepanjang jalan yang dilintasi peserta pawai takbiran. Kerja sama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Mataram dilakukan untuk memastikan PKL juga dapat menghimpun sampah dagangan mereka. Pengumpulan sampah yang terorganisir ini akan memudahkan petugas kebersihan dalam proses pengangkutan.
Sisa kantong sampah sebanyak 250 lembar dibawa langsung oleh para petugas kebersihan dari DLH. Petugas ini akan berada di barisan paling belakang peserta pawai takbiran untuk langsung membersihkan sisa sampah yang tertinggal. Sistem ini dirancang untuk penanganan sampah yang cepat dan efisien, menjaga kebersihan kota secara real-time.
Pengerahan Petugas dan Prediksi Volume Sampah
Untuk menangani potensi tumpukan sampah pasca-pawai takbiran, DLH Mataram mengerahkan 325 petugas kebersihan. Seluruh personel ini akan bekerja ekstra, termasuk memberlakukan sistem lembur, untuk memastikan kebersihan kota. Pengerahan petugas ini disebar ke enam kecamatan berbeda, mengingat pawai takbiran juga digelar di setiap kecamatan.
Kepala DLH Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menyebutkan bahwa berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, DLH memprediksi volume sampah akan mengalami peningkatan signifikan. Kegiatan pawai malam takbiran diperkirakan akan menghasilkan volume sampah sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton.
Optimalisasi penanganan sampah usai acara menjadi fokus utama DLH Mataram. Hal ini dilakukan untuk menjaga Kota Mataram tetap bersih dan nyaman bagi seluruh warganya. Komitmen ini mencerminkan upaya berkelanjutan DLH dalam menjaga lingkungan kota tetap lestari.
Sumber: AntaraNews