DLH Mataram Targetkan 10.000 Ton Sampah TPS Sandubaya Tuntas Dua Bulan, Optimalkan Penanganan Sampah Mataram
Dinas Lingkungan Hidup Mataram berupaya keras menuntaskan 10.000 ton sampah di TPS Sandubaya dalam dua bulan. Simak strategi inovatif Penanganan Sampah Mataram ini untuk lingkungan yang lebih bersih!
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menargetkan penuntasan sekitar 10.000 ton sampah yang menumpuk di Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sandubaya. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai dalam waktu dua bulan ke depan untuk mengatasi masalah lingkungan yang signifikan. Penumpukan sampah ini telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah kota.
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa fokus utama penanganan sampah ini adalah lahan milik pemerintah. Ia menambahkan bahwa lahan sewaan dari pihak swasta, PT Pade Angen, telah berhasil dibersihkan sepenuhnya. Pernyataan ini disampaikan di Mataram pada hari Sabtu, 16 Mei, menegaskan komitmen DLH.
Proses pembersihan melibatkan kegiatan gotong royong harian yang intensif serta pemanfaatan teknologi insinerator. Langkah-langkah terpadu ini diharapkan dapat menuntaskan seluruh sisa sampah yang ada. Penanganan sampah Mataram menjadi prioritas utama demi kebersihan dan kesehatan kota.
Optimalisasi Pengangkutan dan Pembakaran Sampah
Setiap harinya, sekitar 40 ton sampah berhasil diangkut dari lokasi TPS Sandubaya. Angka ini dicapai melalui rata-rata 20 ritase kendaraan dump truck, di mana setiap truk mampu mengangkut sekitar 2 ton sampah. Sampah-sampah tersebut kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Lombok Barat untuk diproses lebih lanjut.
Meskipun volume sampah yang tersisa diperkirakan masih mencapai 10.000 ton, keberadaan tiga mesin insinerator sangat membantu. Mesin-mesin ini berperan penting dalam mempercepat proses pengurangan volume sampah secara signifikan. Ini adalah bagian krusial dari strategi Penanganan Sampah Mataram yang menyeluruh.
Satu insinerator memiliki kapasitas membakar hingga 10 ton sampah per hari. Dengan tiga unit yang beroperasi, total 30 ton sampah dapat diolah setiap hari, mengurangi beban tumpukan secara efektif. Teknologi ini menjadi solusi yang efisien untuk mengurangi volume sampah yang ada.
Optimalisasi pengangkutan dan pembakaran sampah ini menunjukkan keseriusan DLH dalam mencapai target penuntasan sampah dalam waktu yang ditentukan. Upaya ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. DLH terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran operasional.
Menerapkan Sistem TPS Mobile untuk Keberlanjutan
Sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah penumpukan sampah di masa depan, DLH Mataram beralih ke sistem TPS mobile atau tempat pembuangan sampah keliling. Sistem ini merupakan inovasi signifikan dalam Penanganan Sampah Mataram. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dengan sistem TPS mobile, warga atau petugas kendaraan roda tiga tidak lagi diperbolehkan membuang sampah ke dalam lahan seperti sebelumnya. Mereka kini harus menaikkan sampah langsung ke dump truck yang sudah disiapkan. Proses ini dilakukan pada waktu yang telah disepakati untuk memastikan efisiensi dan mengurangi penumpukan.
Kebijakan ini secara efektif menghentikan penambahan sampah baru di areal TPS Sandubaya, sehingga fokus dapat dialihkan pada penuntasan sampah lama. Ini adalah strategi proaktif untuk menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan kota. Denny Cahyadi menekankan pentingnya pendekatan ini untuk hasil jangka panjang.
Melalui langkah-langkah inovatif ini, diharapkan masalah sampah di titik-titik krusial wilayah Sandubaya dapat teratasi secara sistematis. Penanganan sampah akan menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan, memastikan Mataram yang lebih bersih dan sehat. DLH berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas sistem ini.
Sumber: AntaraNews