Program Inovatif 'Tempah Dedoro' Mataram Sukses Kurangi Sampah Organik 10 Ton Per Hari
Program inovatif 'Tempah Dedoro' di Mataram berhasil mengurangi volume sampah organik hingga 10 ton setiap hari, menjadi solusi efektif untuk lingkungan kota dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah meluncurkan program "Tempah Dedoro" sebagai upaya signifikan dalam pengelolaan sampah organik. Inisiatif ini bertujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat, yang selama ini menjadi tujuan akhir sebagian besar sampah kota. Sejak dicanangkan pada akhir Januari 2026, fasilitas ini telah menunjukkan dampak positif yang besar dalam mengurangi volume sampah.
Program "Tempah Dedoro" diperkirakan mampu mengurangi setidaknya 10 ton sampah organik setiap hari di Kota Mataram. Dengan jumlah fasilitas yang disiapkan Pemerintah Kota Mataram saat ini mencapai lebih dari 270 unit, kontribusi terhadap pengurangan sampah sangat signifikan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi warganya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, menyatakan bahwa jumlah unit tersebut belum termasuk fasilitas yang dibuat secara mandiri oleh masyarakat. Inisiatif ini juga mewajibkan setiap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram memiliki minimal dua unit "Tempah Dedoro" untuk mengolah limbah organiknya sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengurangan sampah dari berbagai sumber.
Inovasi "Tempah Dedoro" dan Manfaatnya
"Tempah Dedoro" merupakan fasilitas pengolahan sampah organik yang dibuat menggunakan buis beton dan penutup, serta diberi lubang untuk membuang sampah organik. Melalui wadah ini, masyarakat bisa mengolah sampah organik secara mandiri di lingkungan tempat tinggal mereka. Sistem sederhana ini dirancang untuk efisiensi, kemudahan penggunaan, dan aksesibilitas bagi banyak warga.
Setiap unit "Tempah Dedoro" memiliki kapasitas untuk digunakan oleh 3-4 kepala keluarga, mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Untuk menghilangkan aroma yang tidak sedap dan mempercepat proses penguraian, masyarakat bisa menyemprotkan cairan EM4. Alternatif lainnya adalah menggunakan air bekas cuci beras yang mudah didapatkan dan ramah lingkungan.
Setelah sampah organik terurai sempurna dalam waktu sekitar satu tahun, masyarakat dapat memanen kompos yang dihasilkan. Kompos ini berfungsi sebagai pupuk alami yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah atau kebun kecil. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga mendukung praktik berkebun yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Rencana Pengembangan dan Partisipasi Publik
Pemerintah Kota Mataram berencana mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk memperluas cakupan program ini. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menambah unit "Tempah Dedoro" di 50 kelurahan yang tersebar di seluruh Kota Mataram. Unit-unit baru ini akan didesain lebih estetis dan fungsional agar lebih menarik dan terintegrasi dengan lingkungan.
Penempatan fasilitas "Tempah Dedoro" estetis direncanakan untuk ruang terbuka hijau (RTH) populer seperti Udayana, Pagutan, RTH Sayang-Sayang, dan Taman Sangkareang, serta fasilitas publik lainnya. Satu unit "Tempah Dedoro" estetik atau yang dilengkapi dengan tempat duduk, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per titik. Investasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keindahan kota.
Nizar Denny Cahyadi berharap, ke depan, masyarakat dapat berpartisipasi aktif membuat "Tempah Dedoro" secara mandiri di lingkungan masing-masing. Partisipasi serupa juga diharapkan dari pusat perkantoran, hotel, restoran, katering, dan sekolah, yang merupakan penghasil sampah organik dalam jumlah besar. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menjadikan pengelolaan sampah organik sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi Mataram yang lebih bersih.
Sumber: AntaraNews