Presiden Prabowo Kunjungi Museum Marsinah, Teladani Perjuangan Buruh
Presiden Prabowo Subianto meninjau Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, mengenang perjuangan aktivis buruh yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Kunjungan ini simbol dukungan terhadap gerakan buruh.
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan penting ke Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5). Kunjungan ini bertujuan untuk menelusuri jejak kehidupan serta melihat berbagai barang peninggalan dari tokoh buruh legendaris Indonesia tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai sejarah perjuangan hak-hak pekerja di Tanah Air.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih dan petinggi lembaga negara lainnya. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, turut hadir memberikan penjelasan mendalam mengenai Marsinah dan tuntutan buruh. Andi Gani menekankan betapa luar biasanya sejarah perjuangan Marsinah bagi buruh Indonesia.
Marsinah, yang dikenal sebagai aktivis buruh, sebelumnya telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2025. Penghargaan ini menegaskan kembali peran luar biasa Marsinah dalam perjuangan hak-hak buruh di Tanah Air. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada dedikasi Marsinah.
Mengenang Jejak Perjuangan Marsinah
Kunjungan Presiden Prabowo ke Museum Marsinah menjadi momen refleksi atas dedikasi seorang pahlawan buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjelaskan secara langsung kepada Presiden tentang barang-barang peninggalan Marsinah. Ia juga memaparkan kembali tuntutan yang pernah disuarakan oleh Marsinah dan rekan-rekannya, termasuk permintaan kenaikan upah pokok. Andi Gani menegaskan bahwa perjuangan Marsinah telah meletakkan fondasi yang sangat luar biasa bagi gerakan buruh Indonesia.
Marsinah semasa hidupnya dikenal sebagai aktivis buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia pernah menjadi negosiator bagi ratusan buruh yang melakukan pemogokan. Pemogokan tersebut dipicu oleh perusahaan yang tidak menerapkan upah minimum sesuai ketentuan dan menolak otonomi serikat buruh. Keberaniannya dalam menyuarakan keadilan menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
Namun, perjuangan Marsinah harus berakhir tragis. Ia dilaporkan menghilang pada 5 Mei 1993, dan jasadnya ditemukan empat hari kemudian. Kisah tragis ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para pejuang hak asasi manusia. Penobatannya sebagai Pahlawan Nasional adalah pengakuan atas pengorbanan dan dedikasinya yang tak lekang oleh waktu.
Dukungan Penuh Kabinet Merah Putih
Dalam kunjungan bersejarah ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara dari Kabinet Merah Putih. Hadir antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Turut serta juga Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin. Kehadiran para menteri ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap isu ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja.
Selain itu, kunjungan ini juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Kehadiran jajaran kabinet yang lengkap ini menandakan pentingnya isu buruh dalam agenda nasional. Hal ini juga mencerminkan sinergi antar kementerian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Beberapa pimpinan lembaga negara penting juga turut mendampingi Presiden Prabowo. Di antaranya adalah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. Hadir pula Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintahan terhadap upaya penghormatan kepada pahlawan buruh dan penegakan hak-hak pekerja.
Sumber: AntaraNews