Pangkogabwilhan III: Ancaman Ladang Ganja Papua Serius bagi Ketahanan Nasional
Pengungkapan kasus ladang ganja di pedalaman Papua menjadi ancaman serius terhadap ketahanan nasional, menurut Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, yang juga mengungkap keterlibatan kelompok separatis dalam memaksa warga menanam ganja.
Letjen TNI Lucky Avianto, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), menyatakan bahwa penemuan ladang ganja di sejumlah wilayah pedalaman Papua merupakan ancaman serius. Narkoba dianggap sebagai paradoks dari pembangunan dan kesejahteraan di Bumi Cenderawasih. Pernyataan ini disampaikan di Timika pada hari Sabtu, menyoroti dampak serius peredaran barang haram tersebut.
Menurut Letjen Lucky, masalah narkoba di Papua bukan lagi sekadar urusan penegakan hukum biasa, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi ketahanan nasional. Kabupaten Pegunungan Bintang, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG), sering menjadi lokasi penanaman ganja. Wilayah ketinggian ini dimanfaatkan untuk budidaya tanaman terlarang tersebut.
Pangkogabwilhan III mengajak seluruh elemen bangsa di Papua untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika. Gerakan ini diharapkan menjadi "perang badar semesta" yang melibatkan semua pihak. Kunjungan ke Distrik Oksibil pada Kamis (14/5) bersama jajaran TNI menegaskan komitmen tersebut.
Ancaman Narkoba dan Keterlibatan Kelompok Separatis
Letjen Lucky Avianto mengungkapkan fakta memilukan bahwa warga setempat "dipaksa" oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk menanam ganja. Penanaman ini bahkan terjadi hingga di pekarangan rumah warga, menunjukkan tingkat intimidasi yang tinggi. Masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut.
Narkotika sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua, yang semakin memperparah kondisi sosial di wilayah tersebut. Pangkogabwilhan III menemukan kenyataan pahit ini saat menyambangi masyarakat di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Keterlibatan OPM dalam kegiatan ilegal ini menambah kompleksitas masalah keamanan.
"Ternyata masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut, yang sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua," ujar Letjen Lucky. Kondisi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari aparat keamanan. Intimidasi terhadap warga untuk menanam ganja menjadi perhatian utama.
Respons TNI dan Upaya Pencegahan di Papua
Menyikapi kondisi tersebut, TNI meningkatkan intensitas dan jangkauan pengamanan wilayah di Papua. Para prajurit ditugaskan untuk masuk lebih dalam ke belantara rimba, lembah, atau bukit yang terindikasi menjadi lokasi budidaya ganja. Upaya ini bertujuan memberantas sumber utama peredaran narkotika.
Dalam kunjungan ke Oksibil, Pangkogabwilhan III bersama jajaran melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba. Sosialisasi ini menyasar orang tua, mama-mama Papua, serta kalangan anak-anak dan orang-orang muda. Tujuannya adalah menumbuhkan pemahaman sejak dini mengenai dampak buruk narkoba.
Selain edukasi, rombongan juga menyebarkan foto daftar pencarian orang (DPO) tokoh-tokoh TPNPB-OPM yang diduga menjadi otak di balik maraknya budidaya ganja. Langkah ini diharapkan dapat membantu penegakan hukum dan memutus jaringan peredaran narkoba. Pembagian tas sekolah, buku tulis, dan cemilan kepada anak-anak juga dilakukan sebagai bentuk dukungan.
Komitmen Perang Total Melawan Narkoba
Letjen Lucky Avianto menegaskan bahwa langkah taktis ini merupakan komitmen nyata dalam mengawal Astacita Presiden Prabowo Subianto. Astacita tersebut menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika di seluruh wilayah Indonesia. TNI bertekad menjadi garda terdepan dalam upaya pemberantasan ini.
Pangkogabwilhan III memberikan apresiasi tinggi kepada para prajurit TNI yang berhasil mengungkap penemuan hampir 2.000 batang pohon ganja. Penemuan ini terjadi di wilayah Pegunungan Bintang dan daerah lainnya di Papua. Dedikasi luar biasa Satgas TNI patut diacungi jempol.
"Dedikasi luar biasa Satgas TNI tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga telah menyelamatkan masa depan ribuan generasi muda Papua," kata Letjen Lucky Avianto. Prajurit TNI akan terus berdiri tegak sebagai penjaga kedaulatan negara dan garda terdepan dalam perang melawan narkoba.
Sumber: AntaraNews