Lemhannas Harap Retret Ketua DPRD Mampu Selaraskan Kebijakan Pusat Daerah
Lemhannas sukses menggelar retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD, diharapkan mampu selaraskan kebijakan pusat daerah demi pembangunan nasional dan visi Indonesia Emas 2045.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menutup Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah sebagai satu kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ace Hasan menekankan pentingnya kebijakan daerah yang sejalan dengan arah kebijakan pusat, tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat lokal.
Kursus yang dimulai sejak 15 April 2026 ini berlangsung lancar, tertib, dan sesuai harapan, dengan partisipasi aktif dari para peserta. Sebanyak 530 dari total 577 undangan hadir, menunjukkan antusiasme tinggi dari para pimpinan dewan. Gubernur Lemhannas menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan.
Melalui kursus ini, para pimpinan daerah memperoleh berbagai pemahaman strategis yang krusial bagi pembangunan nasional. Materi yang disampaikan meliputi penguatan nilai kebangsaan, pengingat sejarah perjuangan bangsa, serta pemahaman komprehensif dinamika politik global. Ini diharapkan menjadi bekal penting bagi Ketua DPRD dalam menjalankan tugasnya di daerah.
Materi Strategis Lemhannas Perkuat Kapasitas Pimpinan Daerah
Salah satu sesi penting dalam kursus ini adalah paparan khusus dari Presiden Prabowo Subianto, yang membahas perkembangan terkini dan kebijakan strategis pemerintah pusat. Kehadiran Presiden memberikan energi serta semangat baru bagi para pimpinan DPRD di seluruh Indonesia. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengimplementasikan hasil kursus di daerah masing-masing.
Selain Presiden, sejumlah menteri turut memberikan materi terkait berbagai program prioritas nasional yang mencakup berbagai sektor vital. Topik yang dibahas meliputi bidang pemerintahan dalam negeri, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kesehatan masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan juga menjadi fokus pembahasan.
Aspek penguatan integritas pimpinan daerah juga menjadi perhatian utama dalam kursus ini. Pembekalan langsung dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setya Budiyanto menegaskan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih. Ini merupakan langkah konkret untuk mencegah praktik korupsi di tingkat lokal.
Dukungan terhadap agenda pembangunan nasional dari segi penegakan hukum juga disampaikan oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Paparan ini menekankan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif daerah dengan aparat penegak hukum. Tujuannya adalah menciptakan stabilitas dan keamanan yang kondusif.
Sinergi Pusat-Daerah Dukung Visi Indonesia Emas 2045
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa peran Ketua DPRD sangat strategis sebagai pengambil keputusan di daerah. Oleh karena itu, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai materi yang diperoleh guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Strategi pembangunan nasional memerlukan dukungan penuh dari seluruh tingkatan pemerintahan.
Pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang daerah, suku, maupun partai politik juga menjadi sorotan utama. Ace Hasan menekankan bahwa persatuan adalah kunci demi kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar. Kebijakan daerah harus tetap sejalan dengan arah kebijakan pusat, namun tanpa mengabaikan kebutuhan spesifik masyarakat di wilayah masing-masing.
Dari total 577 undangan, 530 peserta berhasil mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga akhir. Ketidakhadiran sebagian peserta disebabkan oleh faktor kesehatan atau tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Gubernur Lemhannas berharap peserta yang belum berkesempatan hadir dapat mengikuti program serupa pada masa mendatang, untuk memastikan pemerataan pemahaman strategis.
Sumber: AntaraNews