Atap Sekolah Ambruk, Komisi IV DPRD Sragen Akan Panggil Kemenag
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyayangkan kejadian yang mengakibatkan 7 siswa dan seorang guru mengalami luka-luka tersebut.
Komisi IV DPRD Sragen bakal memanggil kepala sekolah dan Kementerian Agama (Kemenag) Sragen imbas ambruknya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Desa Karanganyar, Sambungmacan, Jawa Tengah, Selasa (12/5).
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyayangkan kejadian yang mengakibatkan 7 siswa dan seorang guru mengalami luka-luka tersebut.
Ia menilai ada unsur kecerobohan dan ketidaktelitian pihak sekolah dalam memantau kelayakan infrastruktur bangunan. Terlebih, peristiwa nahas itu terjadi tepat saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
"Kejadian ini menunjukkan kepala sekolah kurang teliti. Seharusnya bisa mengukur umur bangunan, kapan harus direnovasi itu harus jeli. Karena robohnya saat jam pelajaran dan ada korban, ini bentuk kecerobohan dalam mengawasi kondisi bangunan sekolah," ujar Sugiyamto.
Sebagai langkah tegas, pihaknya menjadwalkan pemanggilan terhadap Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen hari ini.
Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Sugiyamto menegaskan bahwa verifikasi menyeluruh terhadap kondisi fisik sekolah, baik negeri maupun swasta di bawah naungan Kemenag dan Dinas Pendidikan, harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
"Kita panggil hari ini untuk verifikasi menyeluruh. Kita tidak ingin siswa merasa was-was atau dihantui rasa takut saat belajar. Kejadian sekolah roboh ini sudah pernah terjadi sebelumnya, harus ada penanganan cepat," ujarnya, Rabu (13/5).
Validasi Data
Menanggapi alasan pihak sekolah terkait kendala anggaran dan keterbatasan bantuan karena jumlah siswa, Sugiyamto menekankan pentingnya validasi data sekolah yang masuk kategori rusak berat.
Ia pun mendorong pemerintah pusat untuk lebih peka terhadap kebutuhan anggaran infrastruktur pendidikan di daerah.
"Data sekolah yang sudah tua harus segera diverifikasi ulang. Pemerintah pusat harus menengok bahwa anggaran kita memang masih kurang untuk urusan ini. Bantuan pusat sangat kita harapkan agar anggaran mendesak seperti renovasi ruang kelas bisa segera direalisasikan," tandasnya.
Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Atap salah satu ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, roboh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung Selasa (12/5). Sedikitnya 8 orang terluka akibat tertimpa material bangunan.