KONI NTB Perpanjang Pendaftaran Porprov NTB 2026, Kabupaten Bima Diberi Dispensasi
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB memperpanjang masa **Pendaftaran Porprov NTB 2026** hingga 22 April, memberikan kesempatan daerah melengkapi data atlet dan ofisial. Apa penyebab perpanjangan ini dan bagaimana nasib Kabupaten Bima?
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengumumkan perpanjangan waktu pendaftaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Perpanjangan ini diberikan kepada pengurus KONI tingkat kabupaten/kota untuk melengkapi data atlet dan ofisial yang telah didaftarkan. Keputusan ini diambil guna memastikan partisipasi maksimal serta kelengkapan administrasi seluruh kontingen yang akan berlaga di ajang olahraga terbesar di NTB tersebut.
Masa pendaftaran ulang dibuka mulai Senin (20/4) hingga Rabu (22/4), memberikan kesempatan terakhir bagi daerah untuk menyempurnakan data. Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mengakomodasi kebutuhan daerah. Ia berharap semua kabupaten/kota dapat memanfaatkan waktu tambahan ini sebaik-baiknya.
Hingga tenggat penutupan sebelumnya pada 11 April lalu, tercatat sebanyak 4.542 atlet dan 1.075 ofisial telah mendaftar. Namun, jumlah ini masih bersifat dinamis dan diharapkan dapat bertambah setelah masa perpanjangan pendaftaran. Porprov NTB 2026 sendiri dijadwalkan akan berlangsung di Mataram pada bulan Juli mendatang, dengan persiapan yang terus dimatangkan oleh KONI NTB.
Dinamika Jumlah Peserta dan Dispensasi Kabupaten Bima
Data terbaru dari KONI NTB menunjukkan dinamika pendaftaran peserta dari berbagai daerah. Lombok Barat menjadi daerah dengan jumlah kontingen terbanyak yang terdaftar, mencapai 670 atlet. Disusul oleh Sumbawa Barat dengan 616 atlet, dan Lombok Tengah yang mendaftarkan 595 atlet.
Tuan rumah Mataram telah mendaftarkan 571 atlet, sementara Lombok Timur 533 atlet dan Sumbawa 480 atlet. Kemudian, Dompu mencatatkan 419 atlet, Kota Bima 407 atlet, dan Lombok Utara 251 atlet. Angka-angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari sebagian besar daerah di NTB untuk berpartisipasi dalam Porprov 2026.
Namun, Kabupaten Bima menjadi satu-satunya daerah yang belum melakukan pendaftaran hingga saat ini. Kondisi ini ditengarai akibat kendala internal kepengurusan di tingkat daerah. KONI NTB menyatakan akan memberikan dispensasi waktu khusus bagi Kabupaten Bima untuk menyelesaikan masalah internal mereka dan segera mendaftarkan kontingennya.
Tantangan Nomor Pertandingan dan Isu Mutasi Atlet
Saat ini, terdapat 115 nomor pertandingan dari 25 cabang olahraga Porprov NTB 2026 yang belum memenuhi syarat untuk dipertandingkan. Hal ini disebabkan oleh kekurangan peserta yang mendaftar pada nomor-nomor tersebut. Mori Hanafi optimistis bahwa nomor-nomor ini bisa dipertandingkan seketika kontingen Kabupaten Bima terdaftar.
Kehadiran Kabupaten Bima diharapkan dapat melengkapi kuota peserta pada nomor-nomor yang masih kosong. KONI NTB terus berupaya memastikan semua cabang olahraga dapat dipertandingkan secara optimal. Fokus utama adalah menciptakan kompetisi yang adil dan merata bagi seluruh atlet.
Selain itu, isu mutasi atlet juga menjadi poin penting yang terus ditekankan oleh KONI NTB. Pihaknya menegaskan agar masalah mutasi atlet segera dituntaskan demi menjaga sportivitas kompetisi. Integritas dan keadilan dalam setiap pertandingan menjadi prioritas utama.
Persiapan Akomodasi dan Kenyamanan Peserta Porprov NTB 2026
KONI NTB terus mematangkan persiapan Porprov NTB 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Mataram. Selain urusan teknis administrasi, jaminan kenyamanan para peserta juga menjadi perhatian serius. Pihaknya bertekad untuk memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh kontingen.
Kontingen Porprov 2026 rencananya akan ditempatkan di hotel-hotel berkualitas di Mataram dan sekitarnya. Mori Hanafi menjelaskan bahwa KONI NTB tengah merumuskan skema pembagian beban dana akomodasi. Ini untuk memastikan semua peserta mendapatkan fasilitas penginapan yang layak.
"Kami menyiapkan penginapan mulai dari hotel bintang empat," kata Mori. Ia menambahkan, "Jika kapasitas tidak mencukupi, kami akan menggunakan hotel non-bintang dengan standar yang tetap terjaga." Komitmen ini menunjukkan upaya KONI NTB dalam menyediakan fasilitas terbaik.
Sumber: AntaraNews