PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan inovasi konsep "Waste to Value" yang bertujuan mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah. Program ini secara signifikan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan ekonomi sirkular.
Inisiatif ini dikembangkan melalui Program Kampung Pangan Berseri oleh Integrated Terminal Balikpapan di Kampung Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Konsep ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengubah limbah menjadi sumber daya baru. Pelaksana tugas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan detail program ini.
Roberth MV Dumatubun menyatakan bahwa program ini membuktikan kepedulian lingkungan dapat sejalan dengan peningkatan taraf hidup. Berbagai jenis limbah diolah menjadi pupuk, energi, dan air bersih. "Lewat inovasi Waste to Value di Kampung Pangan Berseri, kami ingin membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat," ujar Roberth.
Advertisement
Advertisement
Salah satu inovasi kunci dalam konsep "Waste to Value" adalah teknologi Enzymatic Microorganism Oil Catcher (EMO). Teknologi ini memanfaatkan bakteri Bacillus amyloliquefaciens untuk mengurai limbah minyak dan lemak yang terkandung dalam air. Penerapan EMO secara efektif membantu membersihkan limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan.
Penerapan EMO menghasilkan air limbah yang jauh lebih jernih dengan tingkat kekeruhan yang menurun drastis. Data menunjukkan bahwa tingkat kekeruhan turun dari 3,75 NTU menjadi 1,7 NTU, disertai penurunan kadar bakteri. Kualitas air yang membaik ini sangat penting untuk menjaga ekosistem perairan.
Selain manfaat lingkungan, teknologi EMO juga memberikan keuntungan finansial yang signifikan. Penggunaan EMO mampu menghemat biaya perawatan pengolahan limbah hingga Rp16 juta setiap enam bulan. Penghematan ini menunjukkan efisiensi dan keberlanjutan program "Waste to Value" Pertamina Patra Niaga.
Advertisement
Advertisement
Selain limbah cair, sampah organik juga menjadi fokus utama dalam program "Waste to Value" ini. Pertamina Patra Niaga berhasil mengolah sekitar 1,2 ton sampah organik setiap tahun menjadi pupuk Ecomix. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga menciptakan produk yang bermanfaat.
Pupuk Ecomix yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan hidroponik dan pertanian pekarangan. Pemanfaatan pupuk ini mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Kampung Muara Rapak. Warga dapat menanam berbagai jenis tanaman dengan media tanam yang lebih subur.
Penggunaan pupuk Ecomix hasil olahan sampah organik juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Ini menekan biaya pembelian pupuk hingga Rp1,38 juta per tahun. Penghematan ini sangat membantu petani lokal dan mendukung kemandirian pangan.
Advertisement
Advertisement
Program "Waste to Value" juga mencakup inovasi pemanfaatan air hujan melalui sistem Rainwater Harvesting. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk mengumpulkan dan menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Inisiatif ini mengurangi ketergantungan pada sumber air konvensional.
Pemanfaatan air hujan melalui sistem Rainwater Harvesting mampu menghemat biaya air hingga Rp340 juta per tahun. Penghematan ini merupakan bukti nyata efektivitas program dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga. Ini juga mendukung konservasi air bersih di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, program ini berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Emisi berkurang 115,97 ton CO₂eq (ekuivalen karbon dioksida) per tahun, dan terjadi penyerapan karbon hingga 16,35 ton CO₂eq. "Program ini berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca di mana berkurang 115,97 ton CO₂eq per tahun, ada penyerapan karbon hingga 16,35 ton CO₂eq, dan omzet produk pertanian warga melonjak hingga Rp108,8 juta per tahun," ujar Roberth.
Advertisement
Advertisement
Program "Waste to Value" tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan sosial. Program ini membuka peluang bagi lansia, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan masyarakat prasejahtera untuk ikut berkarya. Mereka terlibat dalam kegiatan urban farming dan pengelolaan lingkungan.
Keterlibatan kelompok masyarakat ini dalam urban farming dan pengelolaan lingkungan menciptakan inklusi sosial. Mereka mendapatkan keterampilan baru dan kontribusi nyata terhadap komunitas. Ini juga meningkatkan rasa memiliki terhadap program "Waste to Value" yang dijalankan.
Pertamina Patra Niaga melalui program ini menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Program "Waste to Value" menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan lingkungan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews