Demam Berdarah
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Merayakan Kebersamaan: 40.552 Ketupat Tersaji Meriah di Festival Ketupat Telaga Kodok Maluku
-
Siswa Kudus Edukasi Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan: Daun Jati dan Besek Jadi Pilihan Utama
-
Arus Balik Jabodetabek Dominasi Lalu Lintas Tol Pasca Libur Panjang Idul Adha
-
Wakil Bupati Banjar Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan Banjar
-
Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila, Lonjakan Penumpang KA Daop 6 Yogyakarta Capai 42 Ribu Orang
Berita Utama Lainnya
Salah satu hal yang banyak dipercaya adalah bahwa ketika seseorang pernah terkena DBD, dia tidak akan mengalaminya lagi.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap bisa dilakukan tanpa harus memanfaatkan konsumsi obat.
Demam Berdarah Dengue (DBD) memiliki empat serotipe sehingga seseorang mungkin bisa terinfeksi lagi setelah baru sembuh.
Ancaman infeksi demam berdarah pada anak bisa dicegah dengan peran aktif orangtua secara tepat.
Memahami perbedaan antara dua jenis nyamuk demam berdarah merupakan langkah penting dalam pencegahan.
Satpol PP Kota Jakarta Timur bakal memberikan sanksi denda bagi warga yang di dalam rumahnya ditemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti.
Kemenkes memperoleh beberapa laporan yang menunjukkan perubahan gejala pada penderita DBD pascapandemi COVID-19, salah satunya datang dari Kota Bandung.
Kegiatan fogging ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung museum di tengah tingginya kasus DBD.
Malaria dan demam berdarah adalah dua penyakit yang sering kali disalahpahami sebagai penyakit yang sama karena keduanya ditularkan oleh nyamuk.