Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mengonfirmasi bahwa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, dan roboh akibat tabrakan dengan truk, akan segera dibangun kembali.
Meskipun saat ini anggaran untuk pembangunan JPO tersebut belum tersedia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan empat alternatif skema pendanaan agar proyek ini dapat segera dilaksanakan.
Pramono menyatakan, "Saya akan mencarikan ruang apakah melalui APBD Perubahan, atau dana-dana CSR (Corporate Social Responsibility), atau dana-dana KLB (Koefisien Lantai Bangunan), atau kami mengundang strategic partner untuk membangun itu," dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis (16/7/2026).
Ia menekankan pentingnya keberadaan JPO di kawasan Tendean yang merupakan area dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga pembangunan kembali JPO menjadi prioritas meskipun sumber pendanaannya masih dalam pembahasan.
Pramono juga menambahkan, "Tetapi yang jelas, karena lokasi itu adalah lokasi yang sangat padat dan strategis, harus segera ada JPO untuk menyelesaikan persoalan di lapangan. Jadi, itu yang paling penting," menegaskan urgensi proyek tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus memantau situasi pasca-insiden yang mengakibatkan robohnya JPO, dan menyatakan bahwa arus lalu lintas di kawasan itu baru kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilaksanakan.
Pramono mengungkapkan, "Saya mengikuti dengan saksama perkembangan yang ada," menunjukkan perhatian dan komitmennya terhadap situasi tersebut.
Dengan berbagai langkah yang diambil, diharapkan pembangunan JPO dapat segera terealisasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Advertisement
Urutan Kejadian JPO Runtuh
Pada Selasa, 14 Juli 2026, sebuah truk pengangkut alat berat mengalami kecelakaan dengan menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut.
Menurut keterangan dari Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Truk Mitsubishi Taploader yang melaju dari arah timur menuju barat tiba-tiba mengalami masalah ketika mendekati Hotel Terrazztree, di mana muatan alat berat yang diangkutnya tersangkut di JPO.
"Sehingga terjadilah kecelakaan lalulintas yang menyebabkan kerusakan pada JPO," ungkap Ojo dalam pernyataannya pada hari yang sama.
Advertisement
Pernyataan dari Sopir Truk
Sopir truk yang mengangkut alat berat, Andre (28), mengalami insiden saat truknya terjebak di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, arah Blok M, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kejadian ini berlangsung pada Selasa dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Andre menjelaskan penyebab terjadinya insiden tersebut, "Kami dua kilometer lagi sampai. Kami fokus lihat maps (peta)," ucapnya kepada wartawan di lokasi kejadian pada Selasa, 14 Juli 2026.
Andre menekankan bahwa ia tidak merasa mengantuk saat mengemudikan truk tersebut. Dalam perjalanan itu, ia didampingi oleh rekannya, Fajar (25), yang selalu bersamanya. Kecelakaan ini terjadi saat mereka berusaha mencari lokasi tujuan menggunakan aplikasi navigasi di ponsel.
Truk yang mereka kendarai berangkat dari kawasan Summarecon Bogor sekitar pukul 00.00 WIB, dengan tujuan Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan. Andre juga menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia melintasi Jalan Kapten Tendean, sehingga ia belum familiar dengan kondisi jalur tersebut.
"Baru ini lewat sini. Belum tahu jalannya," jelasnya, seperti yang dilansir dari Antara.