Usai Dibongkar, Kawasan Bekas JPO Tendean Terasa Berbeda

JPO Tendean yang sebelumnya ditabrak truk kini telah dibongkar, sehingga suasana di sekitarnya mengalami perubahan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Usai Dibongkar, Kawasan Bekas JPO Tendean Terasa Berbeda
Suasana di sekitar lokasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang rusak akibat ditabrak truk pengangkut alat berat. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Setelah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang mengalami kerusakan akibat tabrakan dengan truk pengangkut alat berat dibongkar pada Selasa malam (14/7/2026), suasana di sekitarnya berubah drastis.

Pantauan di lokasi, Rabu (15/7/2026) siang, badan jembatan yang sebelumnya masih menyisakan struktur kini telah hilang sepenuhnya. Suasana di sekitar bekas JPO juga tampak lebih lengang dibanding sebelumnya.

Hanya tampak beberapa pedagang yang masih berjualan, sementara lalu lintas di kedua arah tetap berjalan lancar. Sepeda motor, mobil, dan bus Transjakarta melintas tanpa ada kendala yang berarti.

Laras, seorang pedagang, menyatakan bahwa suasana di kawasan tersebut terasa berbeda setelah pembongkaran JPO. "Terasa asing sih. Biasanya ramai di sini," ungkapnya saat dijumpai pada Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan bahwa sebelum jembatan dibongkar, JPO merupakan jalur utama bagi para pekerja kantor dan warga yang ingin menyeberang jalan. Keramaian biasanya terlihat pada pagi dan sore hari, saat jam berangkat dan pulang kerja.

"Biasa orang lalu lalang lewat sini. Kalau orang kantor kan banyak yang lewat," jelasnya.

Laras juga mengemukakan bahwa hilangnya JPO membuat warga kesulitan untuk mencapai sisi jalan seberang.

"Sekarang beda. Kita mau bayar listrik aja ke seberang jadi susah. Biasanya lewat jembatan, kalau enggak ada jembatan jadi jauh," keluhnya.

Laras berharap agar akses penyeberangan bagi pejalan kaki segera dibangun kembali agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Rekomendasi