Volume Sampah Pengantar Haji Mataram Melonjak Hingga Satu Ton Per Hari
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat volume sampah pengantar jamaah calon haji Mataram di Asrama Haji Embarkasi Lombok mencapai satu ton per hari, memicu penanganan ekstra dari petugas kebersihan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram melaporkan peningkatan signifikan volume sampah selama musim pemberangkatan jamaah calon haji di kawasan Asrama Haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peningkatan ini terjadi akibat konsentrasi massa yang besar dari para pengantar jamaah.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, menyatakan bahwa volume sampah dari pengantar jamaah dapat mencapai satu ton setiap harinya. Kondisi ini menuntut upaya penanganan khusus dari pihak terkait untuk menjaga kebersihan kota.
Untuk mengatasi lonjakan sampah tersebut, DLH Kota Mataram telah menyiagakan belasan personel kebersihan secara berlapis. Mereka bertugas di titik lokasi Asrama Haji guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Penanganan Sampah Intensif di Asrama Haji
DLH Kota Mataram mengerahkan 11 petugas kebersihan yang bekerja dalam sistem sif di lokasi Asrama Haji. Bantuan tenaga juga datang dari Kecamatan Sekarbela untuk memperkuat tim penanganan sampah.
Pembersihan dilakukan secara masif melalui skema gotong-royong, melibatkan staf internal DLH dan pihak kecamatan. Upaya ini bertujuan menjaga keasrian kota meskipun terjadi konsentrasi massa besar di Jalan Lingkar Selatan.
Estimasi lapangan menunjukkan bahwa rata-rata sampah yang diangkut dari kawasan Asrama Haji mencapai angka satu ton per hari. Jumlah ini setara dengan setengah kapasitas truk sampah yang biasa beroperasi.
Untuk mencegah penumpukan, DLH menerapkan jadwal pengangkutan sampah yang lebih intensif dibandingkan hari-hari biasa. Pengangkutan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan malam hari.
Strategi DLH Meminimalkan Sampah dan Harapan Partisipasi Warga
Evaluasi petugas lapangan menunjukkan produksi sampah mencapai puncaknya pada malam hari. Kondisi ini disebabkan banyaknya pengantar yang memilih datang atau bertahan di sekitar kawasan saat suhu udara lebih sejuk.
DLH telah menyiapkan infrastruktur kebersihan dengan menyebar bak sampah di titik-titik strategis. Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan meminimalkan sampah berserakan.
Selain itu, DLH juga menyasar para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan depan asrama haji. Mereka dibagikan kantong plastik khusus untuk menampung sampah dagangan mereka.
Nizar Denny Cahyadi berharap para pengantar jamaah calon haji dapat kooperatif dan berpartisipasi aktif menjaga kebersihan. Membuang sampah pada wadah yang telah disiapkan adalah kunci kenyamanan bersama di lingkungan Asrama Haji.
Sumber: AntaraNews