Indonesia Kejar Vietnam Jadi Mesin Pertumbuhan Wisman di ASEAN, Target 17,6 Juta Pelancong pada 2026
Meskipun jumlah kunjungan Indonesia masih berada di posisi kelima di antara negara-negara ASEAN, performa pertumbuhannya masuk jajaran tertinggi.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, Indonesia mulai mencuri perhatian di kawasan Asia Tenggara berkat laju pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman).
Widiyanti mengungkapkan bahwa meskipun jumlah kunjungan Indonesia masih berada di posisi kelima di antara negara-negara ASEAN, performa pertumbuhannya masuk jajaran tertinggi.
"Memang kalau kita bandingkan dengan negara-negara pesaing di Asia Tenggara, dari sisi jumlah Indonesia masih diperingkat ke-5. Namun, dari sisi pertumbuhan Indonesia menunjukkan prestasi yang solid, kedua dari Vietnam peningkatannya," kata Widi dalam Rapimnas Kadin, di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (2/12).
Widiyanti mengungkapkan, tahun ini pemerintah memproyeksikan kunjungan wisman menembus 15,3 juta, hanya sedikit di bawah angka pra-pandemi. Pemulihan cepat ini memberi optimisme baru bagi sektor pariwisata.
"Umumnya pariwisata sering dilihat dari kunjungan dan perjalanan. Tahun ini diproyeksikan kita akan membukukkan 15,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara, hanya sedikit di bawah pra pandemi," ujar Widiyanti.
Widiyanti menargetkan pada tahun 2026 angka wisman naik menjadi 16–17,6 juta, dan pada tahun 2029 mencapai 20–23,5 juta kunjungan. Laju pertumbuhan ini dinilai sebagai bukti bahwa ekosistem pariwisata Indonesia semakin kompetitif di mata wisatawan global.
"Harapannya di 2026 akan meningkat 16 hingga 17,6 juta kunjungan, dan di 2029 (ditargetkan) 20-23,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara," ujar Widiyanti.
Data Pertumbuhan Kunjungan Wisman
Berdasarkan data ditampilkan dalam paparannya, Indonesia berada diperingkat kelima terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di kawasan ASEAN. Posisi pertama, Thailand; kedua, Malaysia; ketiga Vietnam; keempat, Singapura; kelima, Indonesia.
Namun jika dilihat pertumbuhannya dibanding periode Januari hingga Oktober tahun lalu dengan tahun 2025, pertumbuhan jumlah kunjungan wisman mencapai 10,32 persen. Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam yang tumbuhnya 21,55 persen.
"Karena kualitas potensi dan pengembangan pariwisata tidak dapat diukur dari satu metrik saja. Kita juga merujuk pada travel dan tourism development indeks dari wolrd economic forum," ujar dia.
Pariwisata Domestik Jadi Mesin Ketahanan
Di sisi lain, performa pariwisata nusantara yang disebut sebagai sumber ketahanan sektor ini tumbuh jauh lebih cepat dari perkiraan. Pergerakan wisatawan domestik tahun ini diperkirakan mencapai 1,21 miliar perjalanan, melampaui target yang ditetapkan.
Pemerintah menargetkan pada 2029 pergerakan domestik mencapai 1,5 miliar perjalanan. Pertumbuhan ini tidak hanya memperkuat pendapatan sektor wisata, tetapi juga menjadi buffer penting saat kondisi global bergejolak.
"Estimasi tahun ini akan mencapai 1,21 miliar perjalanan bahkan sudah melampaui target tahun ini dan tahun depan, ini target 'high'. Harapannya di tahun 2029 1,5 miliar perjalanan akan tercapai," pungkasnya.