Menpar Pasang Target RI Naik ke Peringkat 20 Travel & Tourism Index Global
Saat ini, Indonesia berada di peringkat 22 dunia pada indeks 2024, posisi yang dinilai kuat tetapi masih memiliki ruang besar untuk melesat.
Pemerintah Indonesia menargetkan untuk masuk ke jajaran 20 besar dunia dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) pada 2029. Target ambisius ini mencerminkan upaya strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kontribusi industri wisata terhadap perekonomian nasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa peningkatan daya saing global menjadi fokus utama pemerintah dalam lima tahun ke depan. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 22 dunia pada indeks 2024, posisi yang dinilai kuat tetapi masih memiliki ruang besar untuk melesat.
"Kita juga merujuk pada travel dan tourism development indexs dari wolrd economic forum. Pada indeks ini posisi Indonesia kuat, peringkat ke-22 pada tahun 2024 dengan upaya berkelanjutan, Pemerintah menargetkan masuk kejajaran Top 20 pada tahun 2029," kata Widiyanti dalam Rapimnas Kadin, di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (2/12).
Kualitas potensi pariwisata
Lebih lanjut, Menpar menyampaikan bahwa kualitas potensi pariwisata tidak dapat diukur dari kunjungan semata. Indeks TTDI menilai berbagai aspek seperti infrastruktur, keberlanjutan, kebijakan, kesiapan teknologi, hingga keamanan.
"Kualitas potensi dan pengembangan pariwisata tidak dapat diukur dari satu metrik saja," ujarnya.
Diperkuat Ledakan Investasi dan Kunjungan Wisata
Lompatan peringkat ini juga didukung oleh pertumbuhan pariwisata Indonesia yang sedang menanjak cepat. Tahun ini, kunjungan wisatawan mancanegara diproyeksikan mencapai 15,3 juta, mendekati level pra-pandemi.
Pemerintah menargetkan kunjungan naik menjadi 20–23,5 juta pada 2029. Di sisi lain, pergerakan wisatawan domestik mencapai 1,21 miliar perjalanan, dan ditargetkan menembus 1,5 miliar perjalanan pada 2029. Pertumbuhan ini turut diperkuat investasi yang terus membesar, dengan nilai USD 53,9 miliar tahun ini dan ditargetkan USD 91,3 miliar pada 2029.
"Pertumbuhan kunjungan yang juga dimungkinkan dengan masuknya investasi, tahun ini sektor pariwisata telah membukukkan USD 53,9 miliar, dan Pemerintah menargetkan tahun 2029 akan dibukukkan USD 91,3 miliar," ujarnya.
Dampak Ekonomi: Lapangan Kerja Meluas
Seiring bertambahnya investasi dan meningkatnya kunjungan wisatawan, penciptaan lapangan kerja diproyeksikan melaju signifikan. Saat ini sektor pariwisata menopang 25,9 juta tenaga kerja, dan pemerintah menargetkan angkanya naik menjadi 29 juta pada 2029.
Kenaikan ini menjadi bukti bahwa daya saing pariwisata bukan semata soal ranking internasional, tetapi juga dampaknya pada kesejahteraan masyarakat.
"Seiring dengan bertambahnya investasi, penciptaan lapangan kerja juga akan meningkat secara signifikan. Saat ini pariwisata menopang 25,9 juta tenaga kerja, dan angka ini diharapkan bisa menjadi 29 juta di tahun 2029," katanya.