Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata Melonjak, Kementerian Pariwisata: 25,91 Juta Pekerja Terserap pada 2025
Kementerian Pariwisata melaporkan penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 25,91 juta orang pada 2025, meningkat signifikan dan menjadi bukti nyata penggerak ekonomi nasional.
Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja yang impresif dengan menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2025. Angka ini menegaskan peran krusial pariwisata sebagai salah satu pilar utama dalam penciptaan lapangan kerja di Tanah Air. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa pertumbuhan ini secara langsung berdampak pada perluasan kesempatan kerja yang inklusif bagi masyarakat.
Laporan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026, ini bersumber dari data Sakernas Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Ketenagakerjaan. Penyerapan tenaga kerja tersebut mencatatkan peningkatan sebesar 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 25,01 juta tenaga kerja. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa arah kebijakan pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk kesejahteraan masyarakat.
Menurut Widiyanti, keberhasilan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata posisi pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional yang signifikan. Sektor ini telah menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia, menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan sektor pendukung. Optimisme pun tumbuh bahwa peran pariwisata akan terus meningkat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Peningkatan Signifikan Penyerapan Tenaga Kerja Pariwisata
Sektor pariwisata Indonesia berhasil menyerap 25,91 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2025, sebuah lonjakan yang patut diapresiasi. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,64 persen jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya yang mencapai 25,01 juta tenaga kerja. Peningkatan ini menggambarkan dinamika positif dan resiliensi sektor pariwisata dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyoroti bahwa pertumbuhan ini adalah cerminan langsung dari dampak positif pariwisata terhadap penciptaan lapangan kerja yang luas. Ini tidak hanya terbatas pada pekerjaan formal, tetapi juga merangkul peluang bagi masyarakat di berbagai tingkatan. Data akurat ini diperoleh melalui kolaborasi antara Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan, menjamin validitas informasi yang disampaikan.
Capaian tersebut memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu lokomotif utama perekonomian nasional. Sektor ini terbukti menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, membuktikan kemampuannya untuk menggerakkan roda ekonomi. Dengan demikian, pariwisata bukan hanya tentang destinasi indah, tetapi juga tentang kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi jutaan penduduk Indonesia.
Kontribusi Pariwisata Terhadap Perekonomian Nasional
Selain penyerapan tenaga kerja, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pada tahun 2025, pariwisata mencatatkan kontribusi sebesar 3,97 persen dari total PDB. Jika memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor-sektor terkait, total kontribusi ini bahkan dapat mencapai 4,80 persen, setara dengan Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.
Kontribusi ini terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang mencapai 5,11 persen, dengan nilai PDB sekitar Rp23.821 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata adalah penggerak ekonomi yang kuat. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa strategi dan kebijakan yang diterapkan oleh Kementerian Pariwisata telah berjalan sesuai harapan dan memberikan hasil nyata.
Pariwisata turut menggerakkan lapangan kerja di sektor pendukung yang beragam. Ini termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyelenggara acara (event organizer), layanan kebersihan, keamanan, pemasaran, hingga layanan digital. Keterlibatan sektor-sektor ini menciptakan efek berganda yang memperluas manfaat ekonomi dari pariwisata ke seluruh rantai nilai.
Sektor Pendukung dan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi
Pariwisata menggerakkan ekonomi melalui empat lapangan usaha utama, dengan penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai tulang punggung aktivitas wisata. Pada tahun 2025, lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,41 persen. Kontribusi lapangan usaha ini terhadap total pertumbuhan ekonomi mencapai 0,24 persen dari 5,11 persen pertumbuhan keseluruhan.
Kinerja positif ini diperkuat oleh tiga lapangan usaha lain yang erat kaitannya dengan pariwisata dan menempati tiga besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi. Ketiga sektor tersebut adalah jasa lainnya yang tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan yang tumbuh 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,78 persen. Sinergi antar sektor ini menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan fondasi yang kokoh ini, Kementerian Pariwisata optimistis bahwa peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat. Capaian sepanjang 2025 yang melampaui target utama dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat menjadi modal penting. Ini sekaligus menegaskan bahwa investasi dan fokus pada sektor pariwisata adalah langkah strategis untuk masa depan ekonomi Indonesia.
Sumber: AntaraNews