SBY Sebut UMKM Fondasi Ekonomi Nasional
Mereka berperan menjaga roda ekonomi tetap bergerak dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan keluarga.
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, selama ini ekonomi akar rumput masih kerap dipandang sebelah mata.
Mereka hanya dianggap sebagai sektor informal atau kelompok yang membutuhkan bantuan pemerintah. Padahal faktanya, kontribusi mereka jauh lebih besar dibandingkan persepsi tersebut.
Ekonomi akar rumput yang dimaksud SBY ini seperti pedagang makanan, toko keluarga, produsen skala kecil, petani, nelayan, pelaku logistik, hingga wirausahawan digital yang tumbuh di berbagai daerah.
Mereka berperan menjaga roda ekonomi tetap bergerak dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan keluarga.
"Saya percaya perspektif ini bukanlah perspektif yang lengkap, karena pada masa ketidakpastian, ketahanan sebuah bangsa pada akhirnya dibangun dari bawah," ujar SBY di acara The 2026 Asia Grassroots Forum (AGF) yang digelar Amartha, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, ketika terjadi gejolak global, arus modal internasional cenderung lebih berhati-hati dan berbagai sistem ekonomi besar dapat mengalami tekanan.
Dalam situasi seperti itu, pelaku usaha kecil di tingkat lokal justru sering kali menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk bertahan dan melanjutkan aktivitas ekonomi.
"Komunitas akar rumput terus beradaptasi untuk bertahan dan membangun kembali," terangnya.
Investasi Strategis
Karena itu, menurut SBY, pemberdayaan UMKM tidak boleh dipandang hanya sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Lebih dari itu, penguatan sektor ini merupakan investasi strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Ia menilai negara-negara yang mampu membangun ekosistem kewirausahaan akar rumput yang kuat akan memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik dalam menghadapi berbagai krisis.
Selain itu, penguatan UMKM juga dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sosial.
"Negara-negara yang memperkuat kewirausahaan akar rumput akan memiliki ketahanan yang lebih kuat, partisipasi ekonomi yang lebih luas, dan stabilitas sosial yang lebih besar," kata SBY.