Daya Tarik Pariwisata Indonesia Menguat, Lampaui Target Kunjungan Wisman 2025
Pariwisata Indonesia menunjukkan daya tarik yang kian kuat. Menteri Widiyanti Putri Wardhana mengumumkan kunjungan wisatawan mancanegara melampaui target 2025, menandai pertumbuhan positif sektor ini.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa daya tarik pariwisata nasional semakin kokoh di mata wisatawan mancanegara. Pernyataan ini didukung oleh pertumbuhan positif yang signifikan di sektor pariwisata. Capaian ini menunjukkan efektivitas strategi pemasaran dan promosi yang telah dijalankan oleh Kemenekraf.
Peningkatan kunjungan wisatawan ini juga menjadi pendorong utama dalam pencapaian devisa nasional yang substansial. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan jumlah kunjungan wisman pada periode Januari hingga November 2025. Angka ini mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah dalam menarik pasar internasional.
Pada Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (21/1), Widiyanti memaparkan bahwa sektor pariwisata tidak hanya berkontribusi pada devisa. Sektor ini juga menunjukkan resiliensi kuat dari pariwisata domestik dan penyerapan tenaga kerja yang masif.
Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan dan Devisa Nasional
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 13,98 juta kunjungan sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat 12,66 juta kunjungan. Mayoritas, sekitar 72 persen, kunjungan tersebut berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi Kemenekraf.
Malaysia menjadi kontributor terbesar, menyumbang sekitar 17 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memproyeksikan bahwa setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, jumlah kunjungan wisman sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta kunjungan. Angka ini berhasil melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang sebelumnya ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan.
Selain itu, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara. Selama tiga triwulan pertama tahun 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat. Pencapaian ini berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan, menunjukkan dampak ekonomi yang positif dan stabil.
Resiliensi Pariwisata Domestik dan Penyerapan Tenaga Kerja
Dari sisi pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan telah mencapai 1,09 miliar perjalanan. Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. Hal ini mengindikasikan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat.
Pariwisata domestik juga menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin aktif menjelajahi kekayaan alam dan budaya di negaranya sendiri. Capaian ini tidak hanya berdampak pada perputaran ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat fondasi industri pariwisata secara keseluruhan.
Pada aspek ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2025 sektor pariwisata berhasil menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja. Angka ini sejalan dengan misi Kemenekraf yang ingin memperkuat sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata. Menteri Widiyanti menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.
Strategi Peningkatan Kualitas dan Program Unggulan 2026
Kemenekraf tidak hanya mendorong peningkatan kuantitas tenaga kerja, tetapi juga kualitas melalui program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi. Sepanjang tahun 2025, pariwisata Indonesia juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional, termasuk Bali yang terpilih sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor. Pengakuan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia di peta pariwisata global.
Untuk tahun 2026, Kemenekraf berkomitmen melanjutkan dan memperkuat program-program unggulan. Fokus utama meliputi peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, serta promosi pariwisata berkualitas. Selain itu, penguatan program Event by Indonesia dan implementasi Tourism 5.0 yang berfokus pada digitalisasi perizinan event juga menjadi prioritas.
Upaya lain yang dilakukan mencakup pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dengan target fasilitasi bagi 1.900 orang. Pelatihan sumber daya pariwisata pada aspek soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan ditargetkan menjangkau 2.090 orang di 38 provinsi. Pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata juga ditargetkan menghasilkan 2.950 lulusan berkualitas.
Sumber: AntaraNews