Kunjungan Wisman Sulsel Tembus Ribuan di Awal 2026, Malaysia dan Tiongkok Dominasi
Data BPS menunjukkan kunjungan wisman Sulsel mencapai 2.925 orang pada Jan-Feb 2026, didominasi turis Malaysia dan Tiongkok. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 2.925 orang selama periode Januari hingga Februari 2026. Angka ini didominasi oleh turis dari negara-negara Asia, khususnya Malaysia dan Tiongkok, yang menunjukkan daya tarik berkelanjutan wilayah ini. Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, menyampaikan bahwa sebaran wisman berasal dari berbagai benua, namun Asia Tenggara tetap menjadi kontributor utama. Peningkatan signifikan ini menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata daerah di awal tahun.
Kunjungan wisman ini tercatat melalui pintu kedatangan utama, yakni Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Data BPS menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit fluktuasi bulanan, tren keseluruhan tetap menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus berupaya menjaga momentum positif ini untuk bulan-bulan mendatang.
Perkembangan ini juga mencerminkan upaya promosi dan pengelolaan pariwisata yang efektif di Sulawesi Selatan. Dengan potensi alam dan budaya yang melimpah, Sulawesi Selatan terus menarik perhatian wisatawan internasional. Keberhasilan menarik ribuan wisman di awal tahun ini menjadi modal penting untuk mencapai target kunjungan pariwisata tahunan.
Dominasi Wisman Asia dan Eropa di Sulawesi Selatan
Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulawesi Selatan pada Januari-Februari 2026 sebagian besar berasal dari Benua Asia. Malaysia, Tiongkok, dan Singapura menjadi tiga negara teratas penyumbang kunjungan. Secara spesifik, kunjungan dari Malaysia pada Januari 2026 mencapai 1.515 orang, meskipun sedikit menurun menjadi 1.410 orang pada Februari 2026.
Pada Februari 2026 saja, tercatat 606 kunjungan dari Malaysia, 212 kunjungan dari Tiongkok, dan 71 kunjungan dari Singapura. Selain itu, Jepang juga menyumbang 18 kunjungan pada bulan yang sama. Ini menunjukkan keragaman asal negara wisman dari kawasan Asia yang tertarik dengan Sulawesi Selatan.
Tidak hanya dari Asia, wisatawan dari Benua Eropa juga turut meramaikan kunjungan ke Sulawesi Selatan. Prancis memimpin dengan 56 kunjungan pada Februari 2026, diikuti oleh Jerman dengan 22 kunjungan, dan Belanda dengan 19 kunjungan. Negara-negara Eropa lainnya seperti Spanyol (12 kunjungan), Swiss (8 kunjungan), Inggris (8 kunjungan), dan Italia (7 kunjungan) juga tercatat.
Peningkatan Signifikan dan Dinamika Wisatawan Nasional
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terjadi kenaikan sebanyak 431 kunjungan, mengingat pada Januari-Februari 2025 hanya tercatat 979 kunjungan. Peningkatan sebesar 43,1% ini mengindikasikan pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata pasca-pandemi.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nasional (wisnas) melalui Bandara Sultan Hasanuddin pada Februari 2026 tercatat sebanyak 12.396 perjalanan. Angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 4,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Januari 2026, yang mencapai 12.950 perjalanan. Penurunan ini mencerminkan adanya perlambatan arus pergerakan wisnas melalui salah satu pintu masuk utama di Sulawesi Selatan.
Meskipun ada penurunan, mobilitas wisnas masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, menandakan sektor perjalanan dan pariwisata domestik tetap stabil. Aryanto menjelaskan bahwa perubahan jumlah perjalanan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola musiman, kondisi ekonomi, dan jadwal libur nasional yang berbeda antar bulan. Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus mendorong strategi untuk menjaga tren kunjungan wisatawan tetap positif di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews