Fakta Unik: Kunjungan Wisman Sulsel Juli 2025 Didominasi Malaysia dan Prancis, Naik 25,5 Persen!
Data terbaru menunjukkan Kunjungan Wisman Sulsel pada Juli 2025 mencapai 1.781 orang, dengan Malaysia dan Prancis sebagai penyumbang terbanyak. Penasaran peningkatannya?
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Juli 2025 tercatat mencapai 1.781 orang. Angka ini menunjukkan dominasi yang signifikan dari turis asal Malaysia dan Prancis, menegaskan daya tarik Sulsel di mata pelancong internasional. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Aryanto, di Makassar pada Senin, 2 September, mengungkapkan bahwa sebagian besar kunjungan berasal dari benua Asia, diikuti oleh Eropa.
Data BPS menunjukkan bahwa meskipun berasal dari berbagai benua, wisatawan dari Asia Tenggara masih menjadi penyumbang terbesar. Kunjungan ini mencerminkan keberhasilan Sulawesi Selatan dalam menarik perhatian pasar pariwisata regional dan global. Peningkatan jumlah wisman ini menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, peningkatan kunjungan wisman ini tidak hanya terbatas pada Juli 2025, tetapi juga menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan upaya promosi dan pengembangan destinasi wisata di Sulawesi Selatan mulai membuahkan hasil. Fokus pada pasar tertentu seperti Malaysia dan Prancis tampaknya efektif dalam menarik kunjungan yang signifikan.
Dominasi Asal Negara dalam Kunjungan Wisman Sulsel
Kunjungan Wisman Sulsel pada Juli 2025 didominasi oleh beberapa negara, dengan Malaysia menempati posisi teratas. Wisatawan asal Malaysia yang tiba melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mencapai 566 orang. Angka ini jauh melampaui negara-negara lain, menunjukkan konektivitas dan daya tarik khusus bagi turis dari Negeri Jiran.
Setelah Malaysia, Prancis menjadi penyumbang wisman terbesar kedua dengan 208 kunjungan. Disusul oleh China dengan 132 kunjungan, Belanda dengan 131 kunjungan, dan Singapura dengan 102 kunjungan. Data ini memperlihatkan keragaman asal negara wisatawan yang tertarik mengunjungi Sulawesi Selatan.
Selain itu, Jerman menyumbang 55 kunjungan dan Inggris sebanyak 43 kunjungan pada periode yang sama. Komposisi ini menunjukkan bahwa selain pasar Asia, Eropa juga memiliki kontribusi penting terhadap Kunjungan Wisman Sulsel. Pola ini memberikan gambaran tentang potensi pasar yang dapat terus digarap oleh pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.
Peningkatan Signifikan Kunjungan Wisman dan Wisnus
Perbandingan data Kunjungan Wisman Sulsel pada Juli 2025 dengan periode yang sama di tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Aryanto menyebutkan bahwa terjadi kenaikan sebesar 25,5 persen. Angka ini menjadi bukti nyata pertumbuhan sektor pariwisata mancanegara di Sulawesi Selatan dalam setahun terakhir.
Tidak hanya wisman, angka perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulawesi Selatan juga menunjukkan tren positif. Selama periode Januari hingga Juli 2025, tercatat 25.137.810 perjalanan wisnus. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 17,60 persen dibandingkan capaian hingga Juli 2024 yang hanya sebesar 21.375.830 perjalanan secara kumulatif.
Dalam periode Januari-Juli 2025, jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Sulawesi Selatan tercatat sebesar 3.368.080 perjalanan. Sementara itu, perjalanan wisnus menuju Sulawesi Selatan pada bulan yang sama mencapai 3.372.920 perjalanan. Meskipun mengalami penurunan sebesar 8,82 persen dibandingkan dengan capaian Juni 2025 secara bulanan, jumlah tersebut tetap menunjukkan peningkatan sebesar 11,08 persen bila dibandingkan dengan periode Juli 2024 secara tahunan. Data ini menegaskan vitalnya peran wisatawan domestik dalam mendukung sektor pariwisata Sulsel.
Sumber: AntaraNews